Sinyal WIFI? tembus tembok gak? ternyata gak hehehe…lah terus bijimane klo seandainya AP ada di lantai dasar sedangkan ane inet di 2ND Floor?
Jawabannya kudu perkuat sinyal WIFInya agan tuch hehehe,,,, caranya? beli AP yang bisa repeater mode hihihi,,,tentunya ini mah keluar duit, ya gak….
Klo ane anak kost pade mikir dah mo beli gituan lagi… Nah kebutulan ane punya pengalaman nie agan-agan sekalian,,, ternyata seutas kawat bisa dijadikan alat untuk perkuat sinyal WIFI?
Kasusnya begini dirumah ane. Ane pasang Router+WIFI dilantai dasar,,, nah di 2ND Floor cuma dapet 2 bar malah masuk kamar udah pada ilang tuch sinyal…, ane coba tambahin kawat, ane lilitin tuch kawat di antenna WIFI dan ane tarik kawat tuch ke 2ND Floor dan ane lilit di tangga naik rumah ane (Kebetulan sie dari besi).
Begitu ane coba langsung penuh tuch sinyal WIFI di 2ND Floor rumah ane hihihi,,,bahkan dikamar udah bisa konek asyiiiik….
Untuk membuat hotspot yang umum digunakan adalah memakai Wi-Fi router untuk membagi akses internet ke perangkat yang memiliki fasilitas Wi-Fi (Laptop, Blackberry, Smartphone, PSP, dll).
Bila kita ingin menghubungkan 2 komputer yang memiliki akses Wi-Fi tanpa menggunakan Wireless Router biasanya salah satu akan menjadi Adhoc server sedangkan yang lainnya menjadi client, tapi bila kita ingin membagi koneksi internet hotspot dengan PSP, Blackberry, penggunaan Adhoc tidak akan bisa dideteksi oleh perangkat tsb, hal ini terjadi karena mereka membutuhkan koneksi yang lebih aman (begitu deh kira2 bahasa non-teknisnya).
Note : Untuk cara pembuatan Hotspot dengan memakai Ad Hoc bisa dilihat di post Membuat Hotspot (dengan Ad hoc) menggunakan Wi-Fi Laptop di Windows XP dan Membuat Hotspot di Windows 7 dan Vista menggunakan Wi-Fi Laptop Fakta Teknis : Satu perbedaan terbesar antara Adhoc dan Access Point adalah bahwa Access Point mode memungkinkan Anda untuk benar-benar berbagi koneksi Wi-Fi, dari kartu Wi-Fi yang sama dengan Anda gunakan untuk mengakses jaringan Wi-Fi. Ad Hoc membutuhkan koneksi internet datang dari kartu lain (Ethernet, seluler atau kartu Wi-Fi kedua di komputer Anda).
Nah sekarang kita bisa menggunakan laptop/PC kita yg biasanya hanya untuk membagi koneksi internet dengan laptop lain, dengan menggunakan program bernama Connectify. Intinya program ini dapat mengubah Wi-Fi pada laptop kita menjadi Wi-Fi Router.
Pertama-tama kita download dahulu programnya Connectify disini lalu pilih menu download.
Setelah kita install, hidupkan Wi-Fi laptop anda lalu klik notifikasi icon yang berada didekat jam, seperti gambar dibawah.
![]()
Akan muncul seperti berikut :

Wifi name : kita isi nama koneksinya
Password : bebas 8 karakter
Internet : pilih koneksi internet yg akan disharing
WiFi dan Mode dibiarkan apa adanya saja, setelah itu klik Start Hotspot.
Viola… Aktifkan device anda lalu connect. Sekarang anda bisa menggunakan Blackberry, Smartphone, PSP, dll anda tanpa khawatir menghabiskan pulsa atau membeli Wi-Fi Router.
System Requirement :
- Windows 7 (salah satu alasan mengapa anda harus mengupgrade windows xp / vista anda) atau Windows Server 2008 R2 (32/64bit)
- Kartu Wi-Fi yg kompatibel dengan Windows 7
Beberapa kartu Wi-Fi yg Kompatibel:
Atheros AR5xxx/AR9xxx cards, driver version 8.0.0.238
Broadcom 4310-series (in many Dell laptops)
Broadcom 4321AG/4322AG/43224AG WLAN Adapter, driver version 5.60.18.8 (here)
D-link AirPlus G DWL-G510 Wireless PCI Adapter, driver version 3.0.1.0
D-Link DWA-140 RangeBooster N USB Adapter, driver version 3.0.3.0
Dell 1510 Wireless N adapter, Broadcom version, driver 5.60.18.8, (here)
Intel 5100/5300, driver version 13.0.0.107
Linksys Dual-Band Wireless-N USB Network Adapter(WUSB600N), driver version 3.0.10.0
Netgear 108 Mbit WG311T
Ralink RT2870 (in many 802.11n USB dongles)
Realtek RTL8187B (Win7 driver ver.1178)
Realtek RTL8187SE (with the drivers that came with Windows 7)
Realtek RTL8192u with 1370(Beta)
Sitecom Wireless USB Adapter 54g WL-608, with Ralink RT2870 drivers, version 3.0.9.0
Kartu Wi-Fi yang tidak bisa digunakan:
Belkin F5D7050UK
Belkin Wireless G MIMO devices (as of version 3.1.2.0)
D-Link AirPlus G DWL-G122
Gigabyte GA-WPKG 802.11g
Intel 3945/4965,2200BG (most Intel cards, unfortunately)
Mac Book Builtin Broadcom devices
Realtek RTL8187 (like in older 802.11bg USB dongles)
Zydas ZD1211 (also in 802.11bg USB dongles)
Source : infoteknologi.com
Kasus ini terjadi di kantor saya dimana didalam LAN terdapat berbagai macam client, antara lain Internal ( staff perusahaan ) dan Management ( kelompok managemen ).
Walaupun berada dalam satu jaringan fisik, namun mereka berada pada sub net yang berbeda :
Internal = 192.168.0.0/24
Management = 192.168.1.0/24
Sekarang timbul permasalahan saat pihak management meminta akses Internet dari ISP yang berbeda dengan kapasitas yang berbeda pula. Sebelumnya adalah menggunakan satu ISP saja. Penggabungan Dua ISP ini tidak menggunakan metode FAIL OVER.
Akhirnya saya putuskan untuk memasang tambahan 1 LAN Card pada router menjadi 3 LAN Card dari sebelumnya hanya 2 LAN Card saja :
eth1 = xx.xx.xx.xx/xx ( ISP 1 )
eth2 = 192.168.0.0/24 ( LAN Internel )
eth2 = 192.168.1.0/24 ( LAN Management )
eth3 = yy.yy.yy.yy/yy ( ISP 2 )
keterangan.
eth2 di set duplicate IP untuk menggabung jaringan LAN pada jaringan fisik yang sama.
Setting Dua ISP pada mikrotik saya temukan pada blog Jauh Dimata dengan sedikit modifikasi penyesuaian. Source asli dapat dilihat di sini.
Berikut langkah – langkah setting :
1. Set IP pada eth1 ( ISP 1 )
/ip address add address=xx.xx.xx.xx/xx interface=eth1
2. Set IP pada eth2 ( LAN Internal )
/ip address add address=192.168.0.1/24 interface=eth2
3. Set IP pada eth2 ( LAN Management )
/ip address add address=192.168.1.1/24 interface=eth2
4. Set IP pada eth3 ( ISP 2 )
/ip address add address=yy.yy.yy.yy/yy interface=eth3
5. Setting Gateway Utama ( gateway dari ISP 1 )
/ip route add gateway=xxx.xxx.xxx.xxx/xx routing-mark=LB-RM check-gateway=ping
6. Setting Gateway Kedua ( gateway dari ISP 2 )
/ip route add gateway=yyy.yyy.yyy.yyy/yy
7. Memberi tanda pada routing dari LAN Internal ( 192.168.0.0/24 ) agar menggunakan Gateway Utama
/ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.0.0/24 action=mark-routing new-routing-mark=LB-RM
8. Setting Masquerade pada eth2 untuk jaringan LAN Internal agar jalur Internet via ISP 1 di eth1
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 src-address=192.168.0.0/24 action=masquerade
9. Setting Masquerade pada eth2 untuk jaringan LAN Management agar jalur Internet via ISP 2 di eth3
chain=srcnat out-interface=ether3 src-address=192.168.1.0/24 action=masquerade
Saat saya coba teknik ini, internet berjalan normal di kedua subnet, begitu juga dengan check ip public yang berjalan pada masing – masing sub net saat akses internet sudah sesuai.
IP ISP 1 = xx.xx.xx.xx pada subnet LAN Internal
IP ISP 2 = yy.yy.yy.yy pada subnet LAN Management
Untuk mengetahui IP Public yang kita gunakan saat melakukan akses pada Internet seperti uji coba diatas, anda dapat menggunakan Tool What My IP Is
Saya sendiri belum yakin akan benar atau salahnya teknik ini, tapi setidak – tidaknya akses internet berjalan normal dan sesuai dengan keiginan kami.
Untuk sesepuh senior, mohon pencerahan. CMIIW
Pekerjaan saya yang tertunda selama ini adalah membangun sebuah Proxy Server terpisah dari Mikrotik yang sudah dilengkapi dengan Web Filtering.
Untuk Proxy Server yang terpisah saya kali ini menggunakan Red Hat Linux sebagai operating system dan Squid sebagai aplikasi proxy serta Dansguardian sebagai aplikasi Web Filtering
Kesulitan saya selama ini adalah membuat agar semua akses web browsing via port 80 agar terfilter terlebih dahulu pada Proxy Server.
Beberapa kali saya mencoba menggunakan fitur Web Proxy Mikrotik lalu saya parent kan dengan Proxy Server yang saya bangun terpisah. Kegagalannya adalah selain mikrotik menjadi tambah berat, kesalahan setting Access Control List yang membuat Mikrotik dapat digunakan sebagai proxy dari user diluar jaringan, sudah barang tentu hal ini dapat membuat bandwidth terkuras.
Akhirnya saya berkeinginan agar user dalam jaringan hanya menggunakan proxy diluar fasilitas yang tersedia di Mikrotik. Proxy server ini saya sejajarkan dengan ip user sehingga menggunakan ip local.
Adapun kesulitan saya selama ini adalah melakukan redirect request dari user ke mikrotik melalui port 80 menuju proxy server. Saya beruntung membaca blog http://cangkirkopi.wordpress.com yang mengajarkan saya teknik redirect port 80 ke ip tertentu.
Adapun detailnya sbb :
Mikrotik : 192.168.0.1
Internet : eth1
Lan : eth2
Proxy : 192.168.0.254
port : 3128
———–
di asumsikan bahwa transparent proxy sudah berjalan normal pada Proxy Server
1. Table NAT ( IP > Firewall > NAT )
dst-nat, src-address = !192.168.0.254 protocol=tcp dst-port=80 in-interface=ether2 action=dstnat to-addresses=192.168.0.254 to-port=3128
src-nat, src-address=192.168.0.0/24 out-interface=ether2 action=srcnat to-addresses=192.168.0.1 to-port=0-65535
2. Table Filter Rules
chain=forward src-address=192.168.0.0/24 dst-address=192.168.0.254 dst-port=3128 in-interface=ether2 out-interface=ether1 action=accept
dengan script ini akhirnya transparent proxy tanpa menggunakan fitur proxy Mikrotik dapat berjalan dengan sempurna.
Ulasan pengalaman setting Dansguradian sebagai web filtering akan saya lanjutkan pada tulisan berikutnya.
Trims buat kelnix atas tutorialnya, untuk para senior mohon pencerahan.
The airPoint-PRO can operate in four different Modes, namely