Senin, 2 November 2026 | Berita Bali
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karangasem, Bali, sejak Minggu malam hingga Senin pagi memicu sejumlah bencana alam. Salah satu dampaknya terjadi di Kecamatan Selat, di mana dua alat berat di kawasan galian C dilaporkan terendam banjir.
Peristiwa ini menyebabkan aktivitas pekerja di lokasi galian terganggu. Kondisi cuaca yang buruk juga berdampak terhadap kegiatan pengangkutan material tambang.
Dua Alat Berat Terendam Banjir
Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Karangasem mengakibatkan air menggenangi sejumlah lokasi galian C di Kecamatan Selat.
Dua alat berat dilaporkan terendam banjir di kawasan galian C wilayah Pura dan Sebudi. Kondisi tersebut membuat pekerja tidak dapat melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
Seorang sopir truk yang hendak mengangkut material, I Wayan Wardana, mengatakan dirinya tidak mendapatkan material karena lokasi galian ditutup akibat banjir.
Situasi tersebut turut menyebabkan kerugian bagi para pekerja dan sopir angkutan material. Mereka harus menanggung biaya bahan bakar serta waktu perjalanan tanpa mendapatkan muatan.
BPBD Karangasem Lakukan Penanganan
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai bencana alam yang terjadi akibat hujan deras.
Personel BPBD telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak.
Penanganan difokuskan pada lokasi banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan akses jalan.
Upaya penanganan dilakukan bersama instansi terkait untuk mengurangi dampak bencana dan memastikan kondisi wilayah kembali aman.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Cuaca ekstrem yang terjadi di Karangasem menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Wilayah yang berada di dekat sungai, lereng, serta kawasan galian C perlu mendapatkan perhatian khusus karena berpotensi mengalami banjir maupun tanah longsor.
Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Pengendara juga perlu berhati-hati saat melintasi jalan yang berpotensi terdampak genangan air atau longsor.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap wilayah terdampak hujan deras di Karangasem.
Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama memasuki periode musim hujan di Bali.