Puluhan jurnalis di Bali mengadakan doa bersama pada Minggu, 13 September 2026, untuk lima pewarta foto yang hilang kontak sejak 7 September 2026 saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Kegiatan berlangsung di Monumen Bajra Sandhi, Denpasar. Doa bersama dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral bagi keluarga korban sekaligus sebagai pengingat terkait aspek keselamatan saat meliput wilayah bencana. Hingga 14 September 2026, operasi pencarian masih berlangsung.

Kronologi Kejadian

  1. Keberangkatan dan komunikasi awal
  • Sekitar pukul 14.00 WIB pada 7 September 2026, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang menuju kawasan Gunung Anak Krakatau dengan menggunakan speedboat.
  • Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan mengirimkan share location; posisi terakhir tercatat di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.
  1. Putusnya komunikasi dan pelaporan hilang kontak
  • Komunikasi dilaporkan terputus sekitar pukul 15.04 WIB pada 7 September 2026; setelah itu rombongan dilaporkan hilang kontak.
  • Pada sekitar pukul 18.13 WIB pada hari yang sama, terdapat laporan bahwa seorang pemandu sempat berkomunikasi dengan istrinya dan menyebut rombongan berada dekat Gunung Anak Krakatau.
  1. Tindakan awal tim pencarian
  • Pencarian dimulai oleh tim SAR gabungan pada 8–9 September 2026. Pada 10 September 2026, tim melaporkan menemukan sebuah pelampung dan sebuah botol atau tabung berwarna putih di perairan sebelah barat Cikoneng-Labuan; kedua benda belum bisa dipastikan terkait dengan korban.

Upaya Pencarian dan Sumber Daya SAR

  1. Unsur yang dikerahkan
  • Operasi pencarian dipimpin oleh Basarnas/Kantor SAR Banten sebagai koordinator utama di lapangan.
  • Unsur lain yang terlibat meliputi TNI Angkatan Laut dan Polairud Polda Banten.
  1. Alat dan metode operasi
  • Pencarian memakai kapal KN SAR Tatuka, kapal RIB, helikopter, dan peralatan SAR lain; operasi dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit untuk mengefektifkan penyisiran.
  • Area pencarian telah diperluas di wilayah Selat Sunda untuk menjangkau kemungkinan lokasi rombongan setelah putus komunikasi.

Ketidakpastian Informasi yang Perlu Diverifikasi

  1. Jumlah total orang dalam rombongan
  • Beberapa laporan menyebut lima jurnalis plus tiga orang lain (nakhoda, anak buah kapal, dan/atau pemandu), sehingga total delapan orang
  1. Identitas korban
  • Sebagian laporan tambahan mencantumkan nama-nama seperti M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, dan Yudhis. Nama-nama tersebut muncul di beberapa pernyataan yang menghimpun data korban
  1. Faktor teknis dan kondisi lingkungan
  • Aspek cuaca, arus laut, kondisi kapal, dan kesiapan alat komunikasi kemungkinan berperan dalam peristiwa ini. Pernyataan mengenai faktor-faktor tersebut bersifat asumsi dan harus divalidasi oleh otoritas terkait dan hasil investigasi lapangan.

Peran Solidaritas dan Implikasi Keselamatan

  1. Makna doa bersama
  • Doa bersama pada 13 September 2026 dipandang sebagai ungkapan solidaritas antar profesional media dan bentuk dukungan moral bagi keluarga korban. Kegiatan itu juga memperlihatkan konsolidasi organisasi pers di wilayah Bali dalam menghadapi insiden yang melibatkan rekan mereka.
  1. Implikasi bagi praktik peliputan di zona bencana
  • Kasus ini menunjukkan kebutuhan untuk meninjau kembali prosedur keselamatan operasional bagi pekerja media saat menugaskan liputan di area berisiko tinggi. Setiap rekomendasi prosedur operasional harus berdasarkan verifikasi fakta lapangan dan kebijakan resmi organisasi masing-masing; setiap perubahan yang diwacanakan perlu diuji dan disetujui pihak berwenang.

Kesimpulan

Proses pencarian untuk lima pewarta foto dan rekan-rekan rombongan masih berlangsung hingga 14 September 2026. Upaya itu melibatkan Basarnas/Kantor SAR Banten, TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Banten, serta pemanfaatan kapal KN SAR Tatuka, RIB, helikopter, dan SRU terstruktur. Doa bersama yang digelar di Monumen Bajra Sandhi, Denpasar pada 13 September 2026 menunjukkan solidaritas komunitas jurnalistik serta memberikan tekanan moral untuk mempercepat pencarian dan memberikan dukungan kepada keluarga korban. Informasi mengenai jumlah pasti korban, identitas lengkap, dan penyebab putusnya komunikasi belum final dan memerlukan verifikasi resmi dari pihak berwenang.

Leave a Reply