Kedua pendaki yang sempat dinyatakan hilang di Gunung Agung, Karangasem, berhasil ditemukan dalam kondisi sehat setelah operasi pencarian dan pertolongan. Kasus ini melibatkan Piqri Zaenal Abidin, usia 20 tahun, dan Lorenzo Regiraldo Tawang, usia 23 tahun. Keduanya memulai pendakian melalui jalur Pura Pasar Agung pada Selasa tanggal 8 September dan diduga kehilangan arah saat perjalanan turun pada hari berikutnya.
Kronologi Singkat
- Awal pendakian
- Selasa 8 September, kedua pendaki memulai pendakian via jalur Pura Pasar Agung.
- Kejadian saat turun
- Pada Rabu 9 September, saat perjalanan turun, keduanya diduga kehilangan arah dan memasuki kawasan hutan. Kontak dengan kedua pendaki kemudian terputus; keterangan mengenai waktu terakhir kontak berbeda, beberapa menyebut sekitar pukul 02.00 Wita sementara catatan lain menyebut sekitar pukul 17.30 Wita.
- Pelaporan dan pengerahan tim
- Laporan mengenai kedua pendaki yang hilang masuk ke kantor pencarian dan pertolongan pada pagi hari Rabu, dengan satu catatan menyebut penerimaan laporan sekitar pukul 08.25 Wita.
- Tim SAR gabungan dan pemandu lokal dikerahkan, tim dibagi menjadi beberapa Satuan Reaksi Cepat untuk mencari di area ketinggian sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut.
- Penemuan petunjuk dan evakuasi
- Tim menemukan sebuah tongkat yang diduga milik salah satu pendaki pada ketinggian sekitar 2.854 mdpl; temuan ini membantu mempersempit area pencarian.
- Sekitar pukul 13.30 Wita, kedua pendaki ditemukan di kawasan jurang pada jalur sungai pada ketinggian sekitar 2.000 mdpl.
- Setelah ditemukan, keduanya dievakuasi ke Pos Pasar Agung dan menjalani pemeriksaan medis. Pemeriksaan yang dilakukan tim medis Puskesmas Selat menyatakan kondisi keduanya sehat.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Temuan petunjuk
- Tim menemukan tongkat milik salah satu pendaki pada ketinggian sekitar 2.854 mdpl. Temuan ini menjadi informasi kunci untuk mempersempit upaya pencarian ke wilayah yang lebih spesifik.
Pelaksanaan SAR
- Pencarian melibatkan Tim SAR gabungan dan pemandu lokal dari kawasan Gunung Agung. Operasi dilaksanakan dengan pembagian beberapa satuan reaksi, termasuk tim yang melakukan penyisiran di ketinggian hingga sekitar 2.800 mdpl.
- Dalam satu catatan operasional disebutkan enam personel Rescue Pos Pencarian yang dibagi menjadi tiga satuan reaksi pencarian. Penemuan petunjuk di ketinggian yang lebih tinggi mengarahkan tim untuk menelusuri jalur sungai dan jurang di ketinggian sekitar 2.000 mdpl hingga akhirnya menemukan kedua pendaki.
Kondisi Pendaki Setelah Evakuasi
- Kondisi fisik
- Kedua pendaki tidak mengalami cedera serius. Keduanya dilaporkan hanya mengalami kelelahan akibat medan yang terjal.
- Tindakan medis dan tindak lanjut
- Setelah dievakuasi ke Pos Pasar Agung, kedua pendaki diperiksa oleh petugas medis dari Puskesmas Selat. Hasil pemeriksaan menyatakan keduanya dalam kondisi sehat.
- Selanjutnya, kedua pendaki dijemput oleh rekan mereka untuk dibawa ke Denpasar.
Pihak-pihak yang Terlibat
- Pendaki
- Piqri Zaenal Abidin, usia 20 tahun.
- Lorenzo Regiraldo Tawang, usia 23 tahun.
- Koordinasi dan pelaksana SAR
- I Putu Handika Bhayangkara disebut sebagai Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem yang memberikan keterangan terkait kondisi saat penemuan.
- I Nyoman Sidakarya disebut sebagai Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang menyampaikan perkiraan lokasi hilang.
- Tim SAR gabungan dan pemandu lokal bergeserkan peran utama dalam pencarian dan evakuasi.
- Tim medis Puskesmas Selat melakukan pemeriksaan kesehatan setelah evakuasi.
Kesimpulan
Pencarian yang melibatkan Tim SAR gabungan dan pemandu lokal berhasil menemukan dua pendaki yang sempat hilang di Gunung Agung dalam kondisi sehat. Penemuan sebuah tongkat pada ketinggian sekitar 2.854 mdpl menjadi petunjuk penting yang membantu tim mempersempit area pencarian. Kedua pendaki ditemukan di jurang jalur sungai pada ketinggian sekitar 2.000 mdpl sekitar pukul 13.30 Wita dan selanjutnya dievakuasi untuk pemeriksaan medis, yang menyatakan kondisi keduanya sehat. Beberapa aspek kronologi, khususnya mengenai waktu terakhir kontak dan detail koordinasi pelaporan, masih memerlukan klarifikasi resmi.