Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dua wisatawan yang menjadi korban tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Operasi pencarian memasuki hari ketiga pada Rabu, 4 November 2026, bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi.

Basarnas Bali memastikan pencarian tetap berlangsung meskipun bertepatan dengan hari besar keagamaan umat Hindu. Petugas dijadwalkan memulai kegiatan sejak pukul 07.00 WITA melalui pengarahan sebelum melanjutkan penyisiran di lokasi bencana.

Dua Wisatawan Masih Belum Ditemukan

Peristiwa tanah longsor terjadi pada Minggu malam, 1 November 2026, sekitar pukul 23.00 WITA. Hujan deras yang mengguyur kawasan Pelaga diduga menjadi pemicu longsor yang menerjang area penginapan glamping.

Dua wisatawan dilaporkan belum ditemukan setelah bangunan tempat mereka menginap tersapu material longsor. Kedua korban tersebut merupakan warga negara Indonesia dan warga negara asing asal Jerman.

Sementara itu, sejumlah tamu lainnya berhasil menyelamatkan diri dari kejadian tersebut. Proses pencarian masih menjadi prioritas utama bagi petugas gabungan di lapangan.

Area Pencarian Diperluas hingga 3,5 Kilometer

Memasuki hari ketiga, tim SAR berencana memperluas area penyisiran hingga sekitar 3–3,5 kilometer dari titik awal kejadian. Pencarian difokuskan pada lokasi reruntuhan, aliran sungai, serta sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat terbawanya material longsor.

Petugas menghadapi tantangan berupa kondisi tanah perbukitan yang masih labil. Akses menuju lokasi juga cukup sempit sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat.

Untuk mendukung proses pencarian, tim menggunakan berbagai peralatan manual, seperti cangkul, mesin pompa air, gergaji mesin, dan perlengkapan pembersihan material. Anjing pelacak juga sebelumnya telah dikerahkan untuk membantu menemukan titik keberadaan korban.

Cuaca dan Kondisi Medan Menjadi Tantangan

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan operasi SAR. Petugas harus mempertimbangkan potensi longsor susulan dan peningkatan debit air sungai saat melakukan penyisiran.

Basarnas Bali menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.

Operasi pencarian direncanakan mengikuti prosedur standar Basarnas selama tujuh hari. Tim berharap kedua korban dapat segera ditemukan melalui upaya maksimal dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat.

Pentingnya Kewaspadaan terhadap Bencana di Bali

Peristiwa longsor di Pelaga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, khususnya di kawasan perbukitan dan dekat aliran sungai.

Masyarakat, pengelola akomodasi wisata, serta wisatawan diimbau memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan petugas ketika terjadi hujan deras.

Mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serta melindungi keselamatan masyarakat maupun wisatawan di Bali.

Leave a Reply