Ubud Art Market, atau dikenal lokal sebagai “Pasar Seni Ubud”, adalah pasar tradisional yang hidup dan berwarna, terletak tepat di depan Puris Ubud dan bersebelahan dengan Pura Saren Agung. Pasar ini bukan sekadar tempat jual-beli, melainkan jantung kreativitas Ubud yang berdenyut setiap hari. Di sini, Anda akan menemukan labirin lorong-lorong penuh dengan:
- Seni visual: Lukisan tradisional Kamasan, kanvas modern, sketsa, patung kayu, dan topeng Bali.
- Kerajinan tangan: Tas anyaman, kain tenun ikat dan songket, pakaian bordir, hingga perhiasan perak.
- Hidup sehari-hari Ubud: Mulai dari sarung, kemeja katun, sampai ukiran kayu miniatur dan dekorasi rumah.
Pasar ini beroperasi dalam dua “mode”:
- Pagi hari (06.00-12.00): Pasar tradisional untuk kebutuhan sehari-hari warga lokal.
- Sepanjang hari (terutama siang-sore): Berubah menjadi pasar seni yang ramai turis, dengan fokus pada cendera mata dan karya seni.
Atmosfernya ramai, penuh warna, dan aromanya khas—campuran wewangian dupa, bunga, dan anyaman bambu baru. Bargaining (tawar-menawar) adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman di sini!
✨ Fun Facts & Hal Seru yang Mungkin Belum Kamu Tahu:
- Nama Lokalnya “Pasar Seni Ubud”?
Sebenarnya, penduduk lokal sering menyebutnya “Pasar Ubud” saja. Nama “Art Market” populer di kalangan turis, sementara pagi hari tempat ini adalah pasar sayur dan kebutuhan rumah tangga warga! - Latar Belakang Instagrammable yang Tersembunyi
Di lantai dua pasar (yang sering terlewat), ada sudut-sudut dengan pemandangan atap-atap tradisional Ubud dan pura yang instagenic banget. Banyak fotografer profesional datang ke sini saat golden hour. - “Made-to-Order” dalam Hitungan Jam
Suka sebuah lukisan tapi mau ukuran atau warna berbeda? Banyak penjual bisa memesan ke pengrajin di belakang dan mengantarkannya ke hotelmu dalam sehari! Sistem produksinya sangat cepat.
💡 Tips Berkunjung:
- Datang pagi (sebelum jam 9) untuk suasana lebih sepi dan cahaya bagus untuk foto.
- Tawar dengan sopan dan senyum! Biasanya harga awal bisa diturunkan 30-50%.
- Bawa uang tunai (kecil-kecilan), karena hampir semua kios tidak terima kartu.
- Jelajahi juga Pasar Pagi Ubud di area yang sama—lebih banyak kehidupan lokal!