Maybank Marathon 2026 memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali. Berdasarkan studi terbaru Maybank Indonesia bersama Katadata Insight Center, dampak ekonomi langsung dari ajang lari internasional ini mencapai Rp229,9 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan Rp170,8 miliar pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan olahraga berskala internasional memiliki peluang besar untuk mendukung pertumbuhan pariwisata dan usaha lokal di Bali.

Maybank Marathon 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali

Maybank Marathon 2026 diselenggarakan pada 23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar. Acara yang memasuki tahun ke-15 ini diikuti sekitar 14.100 pelari dari berbagai daerah dan negara.

Bertambahnya jumlah peserta serta meningkatnya pengeluaran selama berada di Bali menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan dampak ekonomi. Rata-rata pengeluaran peserta tercatat mencapai Rp16,3 juta per orang, meningkat dari Rp12,5 juta pada tahun sebelumnya.

Selain dampak langsung, studi tersebut juga mencatat efek ekonomi tidak langsung atau multiplier effect sebesar Rp303,5 miliar. Sumber: Pasardana.id

Sektor Pariwisata dan UMKM Ikut Merasakan Dampaknya

Penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 turut meningkatkan aktivitas berbagai sektor usaha di Bali. Perhotelan, restoran, transportasi, dan jasa wisata menjadi sektor yang merasakan peningkatan jumlah pelanggan selama acara berlangsung.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan, omzet pelaku usaha yang disurvei rata-rata meningkat 35% dibandingkan kondisi normal. Jumlah pelanggan juga mengalami kenaikan sebesar 32%.

Sektor perhotelan mencatat peningkatan pelanggan sebesar 64%. Sementara itu, restoran dan kuliner mengalami kenaikan 41%, transportasi 34%, serta jasa wisata 10%.

Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pelanggan baru. UMKM yang menawarkan makanan, minuman, suvenir, dan produk khas Bali juga berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan.

Wisata Olahraga Menjadi Peluang bagi Bali

Keberhasilan Maybank Marathon 2026 memperlihatkan bahwa daya tarik Bali tidak hanya berasal dari pantai, budaya, dan destinasi wisata. Kegiatan olahraga internasional juga dapat menjadi alasan bagi wisatawan untuk berkunjung dan memperpanjang masa tinggal mereka.

Peserta mancanegara tercatat menghabiskan rata-rata Rp40,1 juta per orang selama berada di Bali, dengan durasi tinggal hingga sembilan hari. Pengeluaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan selama perjalanan dan kunjungan wisata.

Pengembangan wisata olahraga atau sport tourism dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas peluang ekonomi daerah. Kolaborasi antara penyelenggara acara, pemerintah, pelaku pariwisata, dan UMKM diperlukan agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.

Menjaga Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal

Peningkatan dampak ekonomi dari Maybank Marathon 2026 menjadi peluang bagi Bali untuk terus mengembangkan kegiatan berskala internasional. Namun, keberlanjutan manfaatnya juga memerlukan perhatian terhadap lingkungan, pengelolaan acara, serta keterlibatan masyarakat setempat.

Dengan perencanaan yang tepat, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari strategi pariwisata yang memberikan manfaat jangka panjang. Bali pun memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang memadukan olahraga, budaya, dan pengalaman berlibur.

Maybank Marathon 2026 menunjukkan bahwa sebuah acara olahraga dapat memberikan dampak lebih luas daripada kompetisi semata. Peningkatan aktivitas wisata dan perputaran ekonomi menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terus berkembang bersama sektor pariwisata Bali.

Leave a Reply