Di tengah semakin banyaknya konten yang dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), muncul satu pertanyaan: kenapa ada konten AI yang bisa menarik perhatian dan bahkan viral, sementara konten lainnya justru dilewati begitu saja?

Jawabannya bukan semata-mata karena teknologi AI yang digunakan.

Konten AI bisa mendapatkan perhatian ketika visual dan ceritanya mampu membuat orang berhenti scrolling. Di tengah persaingan konten yang semakin padat, sesuatu yang terlihat aneh, berbeda, atau tidak biasa justru dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Bukan Karena AI-nya Canggih

Menggunakan AI dengan teknologi terbaru tidak otomatis membuat sebuah konten menarik.

Jika visual yang dibuat masih terlihat biasa, mengikuti pola yang sama, dan tidak memberikan alasan bagi audiens untuk berhenti, konten tersebut tetap mudah dilewati.

Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi AI digunakan untuk menghasilkan konsep yang memiliki karakter dan membuat audiens penasaran.

Dengan kata lain, AI adalah alat. Ide dan cara mengemas konten tetap menjadi bagian penting dalam menarik perhatian.

Visual Aneh dan Berbeda Bisa Membuat Orang Berhenti Scroll

Salah satu kekuatan konten AI adalah kemampuannya menciptakan visual yang sulit diwujudkan dengan cara produksi biasa.

Visual yang tidak biasa dapat memunculkan rasa penasaran seperti:

  • “Ini sebenarnya apa?”
  • “Kok bisa seperti ini?”
  • “Gimana cara bikinnya?”
  • “Kenapa konsepnya seperti itu?”

Rasa penasaran tersebut dapat menjadi alasan seseorang berhenti scrolling dan mulai memperhatikan konten.

3 Detik Pertama Sangat Penting

Ketika seseorang sedang scrolling media sosial, banyak konten bersaing untuk mendapatkan perhatian dalam waktu yang sangat singkat.

Karena itu, bagian awal konten perlu memiliki visual atau pesan yang cukup kuat untuk membuat audiens berhenti.

Konten dapat menggunakan visual unik, situasi yang tidak biasa, pertanyaan menarik, atau konsep yang membuat orang ingin mengetahui kelanjutannya.

Tujuannya bukan sekadar membuat konten terlihat keren, tetapi memberikan alasan kepada audiens untuk terus menonton.

Konten yang Bikin Penasaran Lebih Mudah Diingat

Konten yang memiliki elemen kejutan atau konsep yang berbeda dapat meninggalkan kesan lebih kuat.

Misalnya, sebuah visual yang terlihat absurd tetapi kemudian memiliki cerita atau penjelasan di bagian berikutnya.

Kombinasi tersebut dapat membuat audiens:

  • Menonton sampai selesai
  • Memberikan komentar
  • Membagikan konten
  • Menonton kembali
  • Membicarakan konten dengan orang lain

Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik konten tidak hanya berasal dari tampilannya, tetapi juga dari pengalaman yang diberikan kepada audiens.

Formula Konten: Absurd + Story + Emosi

Salah satu pendekatan yang bisa digunakan dalam membuat konten AI adalah menggabungkan tiga elemen:

1. Absurd

Buat sesuatu yang tidak biasa atau sulit ditemukan dalam konten sehari-hari.

2. Story

Visual yang unik akan lebih menarik jika memiliki alur atau cerita yang membuat audiens ingin mengetahui kelanjutannya.

3. Emosi

Tambahkan unsur yang dapat memunculkan rasa penasaran, terkejut, lucu, kagum, atau bahkan relatable bagi audiens.

Ketiga elemen tersebut dapat membuat konten tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki alasan untuk ditonton sampai selesai.

AI Bukan Pengganti Ide Kreatif

Teknologi AI memang membuat proses produksi visual menjadi lebih mudah. Namun, kemudahan tersebut juga membuat semakin banyak orang menghasilkan konten dengan pendekatan yang serupa.

Karena itu, tantangannya bukan lagi sekadar “bisa membuat gambar atau video menggunakan AI”.

Tantangannya adalah bagaimana menghasilkan konsep yang berbeda dari konten lainnya.

Semakin mudah sebuah teknologi digunakan, semakin penting pula ide kreatif di balik penggunaannya.

Kesimpulan

Konten AI tidak menarik perhatian hanya karena dibuat menggunakan teknologi AI yang canggih.

Hal yang lebih penting adalah bagaimana AI digunakan untuk menghasilkan visual yang unik, berbeda, memiliki cerita, dan mampu membangun rasa penasaran.

Di tengah banyaknya konten yang muncul setiap hari, konten yang hanya terlihat bagus belum tentu cukup.

Yang dibutuhkan adalah konsep yang mampu membuat orang berhenti scrolling, penasaran, dan ingin melihat sampai selesai.

Pada akhirnya, bukan soal seberapa canggih AI yang digunakan, tetapi seberapa kuat ide yang bisa dihasilkan dengan bantuan AI.

Leave a Reply