Utsawa Dharmagita Provinsi Bali yang ke-33 diselenggarakan pada 11–16 September 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, dengan tema “Dharmagita Atmanam Dharma”. Kegiatan ini menempati ruang kompetisi seni dan sastra keagamaan Hindu yang difokuskan pada pemertahanan dan pengembangan bahasa serta bentuk ekspresi tradisional Bali melalui serangkaian lomba dan kegiatan pembinaan peserta.
Rangkaian kegiatan dan format lomba
- Jadwal dan pembukaan
- Pembukaan resmi berlangsung pada 11 September 2026 dan dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
- Rangkaian lomba berjalan hingga 16 September 2026 di lokasi yang sama, yaitu Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).
- Bidang lomba dan kategori
- Tahun ini dipertandingkan 11 bidang lomba dengan total 37 kategori.
- Beberapa kategori yang dilombakan meliputi:
- Pembacaan sloka
- Palawakya
- Kakawin
- Kidung
- Nyanyian keagamaan Hindu
- Gaguritan
- Dharmawacana Bahasa Bali
- Dharmawacana Bahasa Inggris
- Menghafal sloka
- Dharmawiwada
- Dharmacarita
- Kelompok peserta
- Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga dewasa, sehingga kompetisi memuat jenjang usia yang beragam.
Tujuan strategis dan kesinambungan peserta
- Tujuan seleksi
- Salah satu tujuan seleksi adalah menjaring pemenang juara pertama yang akan mewakili Provinsi Bali pada Utsawa Dharmagita tingkat nasional tahun 2027 di Sulawesi Tengah.
- Pembinaan dan kesinambungan
- Widyasaba telah melaksanakan pembinaan sejak Juli 2026 untuk peserta dari sembilan kabupaten/kota.
- Sehubungan dengan format lomba, kategori dharmawacana Bahasa Inggris dimasukkan pada tingkat provinsi. Kategori dharmawacana Bahasa Indonesia tidak dilombakan pada tahap provinsi karena ada kebijakan prioritas penguatan Bahasa Bali; pemenang dharmawacana Bahasa Bali akan dibina ulang dan materi mereka akan dialihkan ke Bahasa Indonesia sebelum kompetisi nasional.
Partisipasi antarkabupaten/kota dan peran lembaga
- Ketidakseimbangan partisipasi
- Partisipasi antar wilayah tidak merata. Kabupaten Badung mengirim kontingen lengkap untuk 11 bidang lomba, sedangkan Kabupaten Bangli dan Buleleng mengirim peserta pada jumlah bidang yang sangat terbatas, umumnya tiga sampai empat bidang.
- Peran lembaga dan pemerintah daerah
- Balai Bahasa Provinsi Bali menyebut Utsawa Dharmagita sebagai ruang penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa, aksara, seni, dan budaya Bali melalui seni serta sastra keagamaan.
- Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menyelenggarakan rapat awal persiapan yang melibatkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Kepala Bidang Sejarah dan Dokumentasi Kebudayaan, Widya Sabha Kota Denpasar, LPDG Kota Denpasar, Widya Sabha Kecamatan, serta Bendesa Adat se-Kota Denpasar.
Tokoh kunci dan pelaksanaan teknis
- Tokoh dan fungsi
- Prof. Dr. I Made Surada, M.A. bertindak sebagai kurator UDG XXXIII Provinsi Bali dan memberikan arahan terkait tujuan seleksi serta format lomba.
- I Gusti Bagus Sugriwa disebut berperan dalam pelaksanaan dan pembinaan, sedangkan Widyasaba bertanggung jawab atas pembinaan peserta di lapangan.
- Aspek teknis yang telah dijalankan
- Pembinaan terstruktur dimulai beberapa bulan sebelum pelaksanaan. Pelibatan organisasi kemasyarakatan, lembaga kebudayaan, serta struktur adat dan pendidikan terlihat dalam rapat persiapan di tingkat kota, yang menjadi bagian dari kesiapan operasional acara.
Pertimbangan operasional dan rekomendasi yang perlu dikonfirmasi
- Pertimbangan yang didukung fakta acara
- Pembinaan lanjutan bagi pemenang pada kategori tertentu memang diperlukan, khususnya untuk adaptasi materi dharmawacana dari Bahasa Bali ke Bahasa Indonesia menjelang tingkat nasional.
- Koordinasi lintas instansi pemerintahan, lembaga kebudayaan, organisasi adat, serta unit pendidikan telah dilaksanakan pada tahap persiapan di Kota Denpasar.
- Aspek yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut
- Rincian anggaran penyelenggaraan, mekanisme pendanaan pembinaan berkelanjutan, dan jadwal pembinaan pasca-provinsi untuk persiapan nasional.
- Rincian teknis penjurian, kriteria penilaian per kategori, serta protokol pelaksanaan event di lapangan juga perlu dicek untuk memastikan keseragaman penilaian antar kabupaten/kota.
Kesimpulan
Utsawa Dharmagita XXXIII pada September 2026 menegaskan peran festival ini sebagai forum kompetisi dan pembinaan bagi pelaku seni dan sastra keagamaan di Bali. Lomba yang meliputi 11 bidang dengan 37 kategori, pembinaan oleh Widyasaba, serta perangkat administrasi dan adat yang dilibatkan menunjukkan upaya terstruktur dalam penyelenggaraan. Tugas selanjutnya memastikan kesinambungan pembinaan, pemerataan partisipasi antarkabupaten/kota,