Bali Interfood Expo 2026 resmi dibuka pada Rabu, 2 September 2026, dan berlangsung hingga 4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Badung. Penyelenggaraan pada edisi ke-7 ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman serta sektor hospitality dalam sebuah perhelatan yang memadukan pameran produk, kompetisi profesional, dan kegiatan pengembangan kapasitas. Artikel ini menyajikan ringkasan kegiatan utama, fokus kompetisi gelato, program pendukung, serta implikasi bagi pelaku usaha dan perkembangan industri kuliner.

Pembukaan dan waktu pelaksanaan

Bali Interfood Expo 2026 dimulai pada 2 September 2026 dan berakhir pada 4 September 2026. Kegiatan dilaksanakan di BNDCC, Nusa Dua, Badung, dengan format pameran yang menampilkan sejumlah segmen antara lain makanan dan minuman, bakery, kopi, serta teknologi pendukung bisnis kuliner. Penyelenggaraan yang memasuki edisi ketujuh ini menghadirkan agenda tematik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mitra dagang dan profesional sektor hospitality.

Partisipasi dan ruang lingkup pameran

Jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini mencapai 110 entitas dari delapan negara, termasuk 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kehadiran peserta dari berbagai negara memperluas spektrum produk dan layanan yang dipamerkan, sekaligus menyediakan peluang jaringan bagi pelaku usaha lokal dan internasional.

  1. Cakupan peserta
  • Jenis peserta mencakup perusahaan F&B, penyedia peralatan bakery, pemasok kopi, dan pelaku solusi teknologi untuk bisnis kuliner.
  • Sebanyak 35 peserta berasal dari sektor UMKM sehingga ada representasi usaha skala mikro dan kecil di dalam pameran.
  1. Tujuan partisipasi
  • Peserta menggunakan forum ini untuk memperkenalkan produk, mencari mitra distribusi, serta memperluas jaringan bisnis dalam dan luar negeri.
  • Bagi UMKM, pameran menawarkan jalur promosi yang lebih terstruktur di hadapan buyer dan pelaku industri hospitality.

Seleksi Gelato World Cup: konsep dan penilaian

Salah satu agenda menonjol adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, kompetisi yang menjadi bagian dari proses pemilihan perwakilan Indonesia menuju tahap Asia Pasifik dan selanjutnya ke ajang dunia di Italia. Kompetisi ini dirancang untuk menguji keterampilan teknis sekaligus kemampuan peserta memanfaatkan karakter bahan lokal.

Bahan lokal yang ditantang

Panitia menantang peserta untuk menggunakan sejumlah bahan asal Indonesia, antara lain:

  • Nanas
  • Pepaya
  • Durian
  • Kecombrang
  • Daun jeruk
  • Serai

Penggunaan bahan-bahan tersebut bertujuan agar kreasi gelato mengandung unsur lokalitas dalam rasa dan narasi produk, sehingga penilaian tidak terbatas pada teknik pembuatan semata.

Kriteria penilaian

Kriteria penilaian kompetisi meliputi aspek teknik dan aspek representasi bahan lokal:

  1. Teknik pembuatan
  • Keseimbangan tekstur, penggunaan mesin dan teknik pengolahan gelato, serta kebersihan proses kerja.
  1. Pengangkat karakter bahan lokal
  • Bagaimana rasa, aroma, dan cerita bahan lokal diintegrasikan ke dalam produk sehingga menghasilkan identitas yang jelas.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kedua aspek di atas sehingga pemenang dipilih berdasarkan kombinasi kemampuan teknis dan kreativitas dalam memanfaatkan bahan regional.

Program pendukung dan manfaat bagi industri

Selain kompetisi gelato, penyelenggaraan menampilkan sejumlah program penguatan kapasitas dan jejaring untuk pelaku industri hospitality. Program-program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbasis praktik dan konektivitas komersial.

  1. Demo dan pelatihan praktis
  • Demonstrasi memasak yang menampilkan teknik kuliner dan aplikasi produk.
  • Workshop yang membahas aspek produksi, pengemasan, dan presentasi produk untuk pasar yang lebih luas.
  1. Kompetisi tambahan dan ajang pembandingan produk
  • Kompetisi lain sebagai wadah benchmarking keterampilan profesional.
  • Ajang ini memungkinkan pengukuran kualitas produk terhadap standar industri.
  1. Kegiatan networking
  • Sesi pertemuan bisnis yang mempertemukan produsen, distributor, dan buyer.
  • Ruang diskusi yang difokuskan pada peluang kolaborasi dan pengembangan saluran pemasaran.

Kegiatan-kegiatan tersebut memberi kesempatan praktis bagi pelaku usaha untuk memperoleh pengetahuan baru, menguji produk, dan menjalin kerja sama bisnis.

Implikasi untuk Bali dan perkembangan industri kuliner nasional

Penyelenggaraan Bali Interfood Expo 2026 memperkuat posisi Bali sebagai lokasi penyelenggaraan event sektor kuliner dan hospitality. Keikutsertaan peserta internasional serta fokus pada penggunaan bahan lokal dalam kompetisi menunjukkan adanya upaya integrasi antara nilai lokal dan standar profesional internasional.

  1. Dampak bagi Bali
  • Event ini memperkaya agenda bisnis di provinsi Bali dengan menambah pilihan forum perdagangan yang spesifik pada sektor kuliner.
  • Kehadiran peserta UMKM membuka peluang agar produk lokal mendapat eksposur ke pasar yang lebih luas.
  1. Dampak bagi industri nasional
  • Seleksi Gelato World Cup yang mengangkat bahan lokal berpotensi mendorong inovasi produk berbasis cita rasa Indonesia pada skala regional dan internasional.
  • Forum pameran dan kegiatan pendukung mendorong pertukaran praktik terbaik dan mempercepat adopsi teknologi yang relevan bagi pelaku usaha.

bahwa detail operasional seperti mekanisme pendaftaran peserta, jam kunjungan, atau kebijakan partisipasi spesifik tidak dibahas di sini sehingga aspek tersebut perlu dikonfirmasi langsung kepada penyelenggara jika diperlukan.

Kesimpulan

Bali Interfood Expo 2026, yang berlangsung pada 2–4 September 2026 di BNDCC, menyatukan 110 peserta dari delapan negara termasuk 35 pelaku UMKM. Agenda menonjol seperti Gelato World Cup Indonesian Selection mengedepankan pemanfaatan bahan lokal dalam penilaian profesional, sementara rangkaian demo, workshop, kompetisi tambahan, dan kegiatan networking memperkaya nilai tambah pameran bagi pelaku industri. Penyelenggaraan ini mempertegas peran Bali sebagai tempat pertemuan bisnis untuk sektor kuliner dan hospitality sekaligus sebagai wahana pengembangan produk yang mengedepankan karakter lokal.

Leave a Reply