Nyama Pat adalah konsep filosofis masyarakat Bali yang merujuk pada “Empat Saudara” yang melambangkan empat penjuru mata angin: utara, barat, timur, dan selatan. Dalam konteks sosial, Nyama Pat berarti persaudaraan tanpa batas arah, di mana setiap individu terikat dalam satu rasa, satu tujuan, dan satu kebersamaan yang utuh tanpa memandang asal-usul wilayah.

Tahun ini, parade ogoh-ogoh mengangkat tema Nyama Pat sebagai fondasi utama. Tema ini bukan sekadar judul, melainkan pengingat bahwa di setiap langkah pengarakan, terdapat jalinan cerita yang kuat antar warga.

Proses pembuatan ogoh-ogoh hingga hari H parade mencerminkan dinamika kemanusiaan yang luar biasa. Di sana ada tawa saat merangkai anyaman bambu, rasa lelah yang dipikul bersama, hingga puncak kebanggaan saat karya tersebut berdiri megah di persimpangan jalan. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa nilai Nyama Pat hidup dan berdenyut dalam nadi masyarakat.

Leave a Reply