Jembrana – Aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk kembali normal sejak Minggu pagi (30/3/2025) setelah penutupan total selama perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Berakhirnya momen hening ini menandai dibukanya kembali akses keluar-masuk Pulau Dewata bagi masyarakat dan wisatawan.
Arus Penyeberangan Kembali Padat
Sejak dibuka, arus kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk terlihat ramai. Mayoritas didominasi wisatawan yang ingin berlibur ke Bali setelah Nyepi. Lonjakan ini juga dipengaruhi oleh momen libur panjang yang berdekatan dengan arus mudik Lebaran.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan sekitar 30 kapal penyeberangan. Langkah ini dilakukan guna menjaga kelancaran arus transportasi serta meminimalisir antrean panjang di pelabuhan.
Situasi Kondusif dan Terkendali
Secara umum, kondisi di Pelabuhan Gilimanuk terpantau lancar dan kondusif. Petugas kepolisian bersama otoritas pelabuhan terus berjaga untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta ketertiban bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Bali Kembali Sambut Wisatawan
Dengan berakhirnya Hari Raya Nyepi, Bali kembali menyambut kedatangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Aktivitas pariwisata pun mulai bergerak kembali, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya di sektor transportasi dan perhotelan.