Panggung budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park kembali bergetar. Kemeriahan ini terjadi dalam perhelatan Lomba Ogoh-ogoh GWK 2026. Salah satu momen yang paling dinantikan oleh ribuan penonton adalah penampilan kontingen dari Banjar Celuk. Selain itu, mereka tampil memukau sebagai peserta dengan Nomor Urut 10. Karya Spektakuler Banjar Celuk tahun ini berhasil menyuguhkan kombinasi sempurna antara estetika seni rupa tradisional, narasi filosofis yang mendalam, dan teknik pengarakan yang sangat dinamis.
Mengapa Karya Spektakuler Banjar Celuk Menjadi Sorotan Utama?
Banjar Celuk dikenal luas sebagai pusat kerajinan perak di Bali. Namun, identitas seni mereka tidak terbatas pada logam mulia saja. Oleh sebab itu, kreativitas para yowana (pemuda) banjar ini sangat terlihat pada Ogoh-ogoh yang mereka tampilkan. Mereka berhasil menciptakan figur raksasa dengan detail anatomi yang sangat presisi. Selanjutnya, karakter yang ditampilkan memiliki ekspresi yang sangat hidup, menggambarkan kekuatan dan kewibawaan yang suci.
Meskipun demikian, sisi filosofis tidak pernah ditinggalkan. Tema Ogoh-ogoh tahun ini mengambil inspirasi dari epos keagamaan yang kental dengan nilai-nilai moral. Kombinasi antara pencahayaan (lighting) dramatis dan iringan musik balaganjur yang enerjik membuat penampilan mereka di arena GWK menjadi sangat magis. Akibatnya, tidak heran jika Karya Spektakuler Banjar Celuk langsung mendapatkan apresiasi yang luar biasa, baik dari para juri ahli maupun para wisatawan yang hadir.