Roga Sanghara Bhumi GWK

Menyapa Sore di GWK

Penampilan “Bualu No Undi 05 — Roga Sanghara Bhumi” menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di Garuda Wisnu Kencana pada sore hari ini. Momen ini bukan hanya tentang tampil di panggung, tetapi tentang perjalanan panjang yang mengantarkan karya ini hingga siap disaksikan.

GWK menjadi ruang pertemuan antara kreativitas, tradisi, dan semangat kebersamaan.


Makna di Balik Roga Sanghara Bhumi

“Roga Sanghara Bhumi” bukan sekadar nama, tetapi mengandung nilai filosofis yang kuat. Ia mencerminkan proses pembersihan, keseimbangan, dan perjalanan spiritual yang sering menjadi inti dalam karya ogoh-ogoh.

Konsep ini kemudian diwujudkan dalam bentuk visual dan gerak, menghadirkan pesan yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan.


Proses Pemindahan yang Penuh Gotong Royong

Salah satu tahap penting dalam perjalanan ini adalah proses pemindahan ogoh-ogoh menuju lokasi acara di Garuda Wisnu Kencana.

Dukungan dari para penua atau tetua menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kehadiran mereka bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui dukungan lisan, tertulis, hingga emosional yang menjaga semangat tim tetap utuh.


Peran Tetua dalam Menjaga Arah

Dalam setiap proses adat dan budaya, peran tetua memiliki posisi yang penting. Mereka menjadi pengarah, pengingat, sekaligus penjaga nilai.

Ucapan terima kasih yang disampaikan kepada para penua mencerminkan rasa hormat atas kontribusi mereka dalam memastikan setiap langkah tetap selaras dengan nilai tradisi.


Solidaritas Antar STT yang Terjaga

Tidak hanya dari internal, dukungan juga datang dari rekan-rekan STT Banjar Ancak. Bantuan dalam proses penurunan ogoh-ogoh di GWK menjadi bukti bahwa solidaritas antar banjar masih terjaga dengan baik.

Kolaborasi seperti ini sering kali menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan sebuah karya besar.


Harapan dan Doa untuk Kelancaran

Dengan seluruh proses yang telah dilalui, harapan besar disematkan pada jalannya perlombaan. Astungkara, segala persiapan dapat berbuah hasil yang baik dan berjalan lancar sesuai harapan.

Doa dari semeton menjadi bagian penting yang menguatkan perjalanan ini, bukan hanya untuk hasil, tetapi juga untuk makna di baliknya.


Lebih dari Sekadar Penampilan

Apa yang terjadi di Garuda Wisnu Kencana hari ini bukan hanya soal tampil atau dinilai. Ini adalah tentang perjalanan kolektif—tentang usaha, dukungan, dan kebersamaan yang terjalin dari awal hingga akhir.

Di titik ini, hasil memang penting, tapi prosesnya terasa lebih membekas.

Leave a Reply