Memasang behel adalah langkah penting untuk mendapatkan senyum yang rapi dan sehat. Namun, perawatan setelah pemasangan behel sangat menentukan keberhasilan proses ini. Salah satu hal yang paling perlu diperhatikan adalah makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Berikut panduan Do’s dan Don’ts yang bisa membantu menjaga behel tetap aman dan gigi tetap sehat.
Do: Pilih Makanan Lembut
Setelah memasang behel, gigi dan gusi mungkin terasa sensitif. Mengonsumsi makanan lembut membantu mengurangi risiko cedera pada gusi atau kawat behel. Contoh makanan yang direkomendasikan:
- Sup hangat atau kaldu
- Nasi lembek atau bubur
- Yogurt dan pudding
- Telur orak-arik
Makanan lembut tidak hanya nyaman untuk dikunyah, tetapi juga memudahkan proses penyesuaian gigi terhadap behel baru.
Do: Potong Makanan Menjadi Potongan Kecil
Selain memilih makanan lembut, memotong makanan menjadi potongan kecil juga sangat membantu. Ini mengurangi tekanan pada kawat behel dan meminimalkan risiko bracket lepas. Misalnya, potong apel atau wortel menjadi irisan tipis sebelum dikonsumsi.
Don’t: Hindari Makanan Keras
Makanan keras bisa merusak bracket dan kawat behel. Contohnya termasuk:
- Kacang dan biji-bijian
- Es batu
- Permen keras
Mengunyah makanan keras bisa membuat bracket terlepas atau kawat bengkok, yang memperlambat proses perawatan behel.
Don’t: Hindari Makanan Berserat dan Kenyal
Makanan berserat atau kenyal juga berisiko menempel pada kawat dan sulit dibersihkan. Contohnya:
- Daging berserat seperti ayam panggang atau steak
- Permen karet atau toffee
- Jagung rebus
Makanan jenis ini dapat menimbulkan plak di sekitar behel, meningkatkan risiko gigi berlubang dan iritasi gusi.
Tips Tambahan untuk Menjaga Behel
Selain memperhatikan makanan, selalu sikat gigi setelah makan dan gunakan benang gigi khusus behel. Minum air putih secara rutin juga membantu membersihkan sisa makanan yang menempel pada kawat dan bracket.