Denpasar Selatan kembali dipadati warga yang antusias menyaksikan penilaian ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi. Pada 24 Februari 2026, giliran kreativitas pemuda dari Banjar Kaja, Sesetan yang menjadi sorotan dalam rangkaian penilaian ogoh-ogoh tingkat kota.
Acara ini menjadi bagian penting dari tradisi tahunan menjelang Nyepi di Denpasar, di mana setiap banjar menampilkan karya terbaiknya sebagai simbol refleksi, kreativitas, dan semangat kebersamaan.
Apa Itu Penilaian Ogoh-Ogoh?
Penilaian ogoh-ogoh adalah proses seleksi dan apresiasi terhadap karya seni rupa tiga dimensi yang dibuat oleh sekaa teruna-teruni (STT) di setiap banjar. Ogoh-ogoh umumnya diarak saat malam pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga:
- Ajang ekspresi seni dan budaya Bali
- Wadah kreativitas generasi muda
- Media mempererat solidaritas banjar
- Sarana pelestarian nilai-nilai tradisi
Suasana Banjar Kaja Sesetan, 24 Februari 2026
Sejak sore hari, warga sudah mulai memadati area banjar. Atmosfer terasa hidup dengan dentuman baleganjur dan sorak dukungan masyarakat.
Tim juri melakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek utama:
- Konsep dan Filosofi – Makna cerita atau pesan yang disampaikan
- Teknik dan Detail Artistik – Struktur, proporsi, pewarnaan
- Kreativitas dan Inovasi – Orisinalitas ide
- Kekompakan Tim – Presentasi dan kesiapan saat penjurian
Banjar Kaja Sesetan menampilkan ogoh-ogoh dengan karakter kuat, detail ekspresif, dan finishing yang matang. Antusiasme warga menunjukkan kebanggaan tersendiri terhadap karya lokal.
Mengapa Ogoh-Ogoh Selalu Dinanti?
Ogoh-ogoh bukan sekadar patung raksasa. Ia adalah simbol Bhuta Kala—energi negatif yang dimurnikan melalui ritual. Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian Hari Raya Nyepi di Bali.
Beberapa alasan kenapa penilaian ogoh-ogoh selalu menarik perhatian:
- Menampilkan kreativitas tanpa batas dari generasi muda
- Menjadi agenda tahunan yang ditunggu masyarakat
- Menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara
- Menggerakkan ekonomi lokal (UMKM, sound system, perlengkapan banjar)
Dampak Positif Bagi Denpasar Selatan
Penilaian ogoh-ogoh di wilayah Denpasar Selatan bukan hanya soal lomba. Kegiatan ini berkontribusi pada:
- Penguatan identitas budaya Bali
- Aktivitas sosial dan gotong royong banjar
- Meningkatkan daya tarik pariwisata budaya di Kota Denpasar
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap tahun, tradisi ini terus hidup dan berkembang secara kreatif tanpa meninggalkan akar filosofisnya.