Pernahkah kamu mengecek harga tiket pesawat bisa berbeda-beda? Atau mungkin kamu pernah mengobrol dengan penumpang di sebelahmu dan menyadari bahwa ia membayar setengah harga dari yang kamu bayar untuk kursi yang sama?

Fenomena ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari sistem canggih yang disebut Dynamic Pricing (Penetapan Harga Dinamis). Mari kita bongkar bagaimana maskapai menentukan harga tiketmu!


1. Mengenal Konsep Dynamic Pricing

Harga tiket pesawat tidak bersifat statis seperti label harga di supermarket. Maskapai menggunakan algoritma yang menyesuaikan harga secara real-time berdasarkan:

  • Waktu Pembelian: Seberapa dekat jarak pesanan dengan hari keberangkatan.
  • Sisa Kursi (Inventory): Semakin sedikit kursi yang tersedia, semakin mahal harganya.
  • Permintaan Pasar: Jika banyak orang mencari rute yang sama secara bersamaan, harga otomatis merangkak naik.
  • Musim & Hari: Libur nasional, akhir pekan, atau acara besar di kota tujuan pasti memicu lonjakan harga.

2. Kelas Tarif: Kursi Sama, Harga Beda!

Banyak yang tidak tahu bahwa dalam satu kabin ekonomi, terdapat lebih dari 10 jenis “sub-kelas” atau booking class. Secara fisik, kursinya sama, tetapi fiturnya berbeda:

  • Tiket Murah: Biasanya bersifat non-refund, tidak bisa ganti jadwal, dan tanpa bagasi.
  • Tiket Mahal: Memberikan fleksibilitas penuh, bisa reschedule gratis, dan poin frequent flyer yang lebih besar.
  • Faktanya: Penumpang di kursi 12A bisa membayar Rp500.000, sementara 12B membayar Rp1.500.000 hanya karena waktu beli dan fleksibilitas tiket yang berbeda.

3. Algoritma & “Mata-Mata” Digital

Maskapai menggunakan teknologi Revenue Management System yang sangat pintar. Sistem ini terus memantau:

  • Tren Historis: Data tahun lalu pada tanggal yang sama digunakan untuk memprediksi lonjakan.
  • Pesaing: Jika maskapai sebelah menurunkan harga, sistem akan bereaksi secara otomatis.
  • Event Khusus: Adanya konser musik internasional atau pertandingan olahraga besar akan langsung dideteksi oleh algoritma untuk menaikkan harga dasar.

Tips Mendapatkan Harga Terbaik di Sistem Dinamis

  1. Gunakan Mode Incognito: Untuk menghindari pelacakan cookies yang bisa membuat harga seolah-olah naik karena kamu sering mengecek rute tersebut.
  2. Beli di “Sweet Spot”: Untuk rute domestik, biasanya 2–4 minggu sebelum keberangkatan. Untuk internasional, 3–6 bulan sebelumnya.
  3. Terbang di Hari Kerja: Selasa dan Rabu biasanya memiliki tingkat permintaan terendah, sehingga harga cenderung lebih stabil.

Kesimpulan: Cepat atau Tepat?

Sistem Dynamic Pricing didesain untuk memaksimalkan keuntungan maskapai di setiap kursi. Memahami cara kerja algoritma ini akan membantumu menjadi pembeli yang lebih strategis dan tidak lagi terjebak pada harga “menit terakhir” yang mencekik.


Pesan Utama: Dalam dunia penerbangan, waktu adalah uang. Semakin awal kamu merencanakan, semakin besar peluangmu mengalahkan algoritma maskapai!

By theo

Leave a Reply