Anatomi realis ogoh-ogoh badung menjadi primadona baru dalam rangkaian penilaian lapangan di wilayah Zona 3, Kecamatan Mengwi. Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, tim juri kabupaten mengunjungi Banjar Dauh Peken, Desa Adat Penarungan, untuk melihat langsung hasil karya para pemuda. Pengaplikasian anatomi realis ogoh-ogoh badung yang sangat presisi terlihat pada setiap lekuk tubuh karakter raksasa yang dibangun oleh St. Dharma Kerti. Oleh karena itu, suasana penilaian di lokasi ini berlangsung dengan penuh decak kagum dari para penilai maupun masyarakat yang hadir. Kematangan teknik yang ditunjukkan oleh yowana Dauh Peken membuktikan bahwa mereka serius dalam menjaga marwah seni kriya Bali.
Keunggulan Struktur dan Proporsi
Para seniman muda di Banjar Dauh Peken memberikan dedikasi penuh pada pengerjaan detail urat dan otot yang terlihat sangat hidup. Selanjutnya, mereka memastikan bahwa setiap sambungan struktur patung memiliki keseimbangan yang sempurna agar tidak kaku saat dipandang dari berbagai sisi. Tim juri memberikan nilai tambah pada penggunaan teknik konstruksi yang kuat namun tetap menggunakan bahan-bahan yang ringan dan ramah lingkungan. Selain itu, sinkronisasi antara besar patung dengan alas penyangga dirancang sedemikian rupa untuk menonjolkan kesan megah namun tetap proporsional. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga agar pengerjaan detail kecil tetap konsisten hingga ke bagian yang paling sulit dijangkau.
Proses kreatif di banjar ini mengedepankan kerja sama tim yang solid dalam menerjemahkan sketsa awal menjadi bentuk tiga dimensi yang nyata. Oleh sebab itu, hasil akhirnya menunjukkan kualitas pengerjaan yang sangat halus dan bersih pada setiap permukaan patung raksasa tersebut. Selanjutnya, juri juga mengapresiasi inovasi pada bagian jari-jemari yang terlihat lentur dan ekspresif seolah-olah sedang bergerak menyapa para penonton. Mereka menilai bahwa kemampuan yowana Dauh Peken dalam mengolah detail anatomi sudah setara dengan standar karya profesional di tingkat kabupaten. Akhirnya, sesi presentasi mengenai filosofi karya ditutup dengan penjelasan yang sangat lugas dan penuh dengan makna teologis.
Aspek Teknis Unggulan di Banjar Dauh Peken
Dalam laporan langsung di lapangan, terdapat beberapa indikator utama yang menjadi kekuatan besar bagi karya seni di Banjar Dauh Peken. Berikut adalah elemen-elemen yang diperiksa secara mendalam oleh tim juri:
- Ketepatan Anatomi: Penggambaran struktur tulang dan otot yang sangat akurat, memberikan kesan bahwa karakter tersebut memiliki volume tubuh yang nyata.
- Ekspresi Wajah: Penjiwaan pada raut muka yang mampu menampilkan aura mistis sekaligus kewibawaan sosok bhuta kala yang sedang digambarkan.
- Harmonisasi Warna: Penggunaan gradasi warna kulit yang alami, menambah kesan realistik pada karya seni rupa tersebut di bawah cahaya matahari.
- Keamanan Konstruksi: Kekuatan rangka utama yang sangat stabil, menjamin keamanan bagi para pemuda yang akan menarikan ogoh-ogoh ini nantinya.
Harapan untuk Masa Depan Kreativitas Bali
Pemerintah Kabupaten Badung berharap agar pencapaian artistik di Banjar Dauh Peken dapat menjadi standar baru bagi banjar-banjar di sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus bereksperimen dengan teknik-teknik baru dalam dunia seni kriya. Oleh karena itu, berbagai bentuk apresiasi dan pembinaan terus diberikan agar ekosistem kreatif di tingkat desa adat tetap tumbuh subur. Namun, yang paling esensial adalah bagaimana setiap karya seni yang lahir mampu mempererat rasa kebersamaan di antara para yowana Bali. Dengan demikian, tradisi pembuatan ogoh-ogoh akan terus berkembang menjadi sebuah identitas budaya yang sangat dibanggakan oleh generasi mendatang.