Pesona seni ogoh-ogoh Kuta kembali memuncak melalui karya terbaru St. Yuwanagiri yang bertajuk “Ratnakusuma” pada penilaian Zona 6. Pada hari Rabu, 21 Februari 2026, tim juri kabupaten menyaksikan langsung keindahan detail yang dihadirkan di Banjar Tegal Kuta. Kehadiran pesona seni ogoh-ogoh Kuta dalam wujud Ratnakusuma ini menjadi bukti bahwa kreativitas pemuda pesisir tidak pernah kehabisan ide segar. Oleh karena itu, suasana penilaian lapangan kali ini terasa jauh lebih artistik dengan sentuhan ornamen yang menyerupai kemilau bunga permata. Seluruh krama banjar tampak bangga memamerkan hasil kerja keras yowana mereka yang sangat memukau mata setiap pengunjung.
Keindahan Filosofis di Balik Ratnakusuma
Nama Ratnakusuma sendiri secara harfiah merujuk pada keindahan bunga permata yang memancarkan cahaya kemuliaan di tengah kegelapan dunia. Selanjutnya, para pemuda St. Yuwanagiri berhasil menerjemahkan konsep tersebut ke dalam bentuk fisik yang sangat luwes namun tetap terlihat bertenaga. Tim juri memberikan perhatian lebih pada teknik pewarnaan yang sangat lembut namun tetap memiliki karakter kuat di setiap sisinya. Selain itu, penggunaan material alami yang diproses dengan teknik modern memberikan tekstur unik yang jarang ditemukan pada karya lainnya. Namun, tantangan utama bagi tim adalah menjaga agar detail kecil tersebut tetap terlihat jelas saat patung tersebut ditarikan.
Proses pengerjaan Ratnakusuma melibatkan kolaborasi erat antara seniman senior dan para yowana yang baru belajar seni kriya kayu. Oleh sebab itu, hasil akhirnya menunjukkan tingkat kedewasaan seni yang sangat matang bagi organisasi pemuda di tingkat banjar ini. Selanjutnya, juri sangat mengapresiasi inovasi pada bagian mahkota yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat sangat ringan namun tetap kokoh. Mereka menilai bahwa kemampuan St. Yuwanagiri dalam mengolah komposisi warna sangat membantu dalam menonjolkan ekspresi wajah dari sang tokoh. Akhirnya, sesi penilaian di Banjar Tegal ini menjadi standar baru bagi kualitas karya seni rupa di wilayah Kecamatan Kuta.
Detail Artistik yang Menjadi Unggulan
Dalam pantauan langsung di lapangan, ada beberapa poin teknis yang membuat Ratnakusuma menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta seni. Berikut adalah aspek-aspek yang menjadi kekuatan utama dari karya agung di Banjar Tegal:
- Estetika Flora: Penggunaan motif bunga yang diukir dengan sangat teliti, memberikan kesan feminin namun tetap berwibawa pada karakter utama.
- Gradasi Warna: Penataan warna yang sangat harmonis, menyerupai warna-warni batu mulia yang sedang mekar di tengah taman sari bali.
- Proporsi Tubuh: Keseimbangan antara volume patung dan beban tumpuan yang sangat presisi, sehingga ogoh-ogoh ini terlihat melayang dengan sangat elegan.
- Narasi Budaya: Penjelasan filosofis mengenai pentingnya menjaga kesucian batin yang diibaratkan seperti menjaga keasrian bunga permata di dalam jiwa.
Komitmen Pelestarian Budaya Kuta
Pemerintah Kabupaten Badung sangat bangga melihat semangat para pemuda di Zona 6 yang terus konsisten menggunakan bahan ramah lingkungan. Selain itu, kehadiran Ratnakusuma diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai seni tradisi di tengah modernisasi. Oleh karena itu, dukungan dana kreatif terus ditingkatkan guna memberikan ruang yang lebih luas bagi imajinasi para seniman muda. Namun, tujuan utama dari kegiatan ini tetaplah mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar warga melalui wadah seni budaya. Dengan demikian, kejayaan seni ogoh-ogoh di Kuta akan tetap menjadi daya tarik wisata yang sangat berharga bagi dunia internasional.