Inovasi ogoh-ogoh Banjar Bersih melalui karya bertajuk “Prayatna” resmi diperkenalkan kepada publik oleh St. Putra Laksana, Tegal Darmasaba, Badung. Pada tahun 2026 ini, mereka tampil dengan konsep yang sangat mendalam mengenai kewaspadaan manusia dalam menghadapi tantangan zaman. Kehadiran inovasi ogoh-ogoh Banjar Bersih ini menjadi bukti bahwa kreativitas pemuda di Desa Darmasaba tidak pernah berhenti bertransformasi menuju kesempurnaan. Oleh karena itu, masyarakat sangat antusias menantikan detail artistik yang selalu menjadi ciri khas dari banjar yang dikenal dengan kerapiannya ini.
Filosofi Prayatna dan Sentuhan Estetika
Judul “Prayatna” sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yang mengandung pesan moral tentang pentingnya sikap waspada dan penuh pertimbangan. Selanjutnya, para seniman muda dari St. Putra Laksana menuangkan konsep tersebut ke dalam bentuk visual yang sangat ekspresif dan penuh detail. Mereka menggunakan perpaduan material organik yang diolah dengan teknik tinggi agar menghasilkan tekstur yang terlihat sangat realistis di lapangan. Selain itu, pemilihan warna yang digunakan mencerminkan karakter yang kuat namun tetap memiliki sisi keindahan yang sangat menonjol. Namun, tantangan utama mereka adalah bagaimana menyampaikan pesan filosofis tersebut agar mudah dipahami oleh setiap penonton yang hadir.
Proses pengerjaan karya ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh anggota Sekaa Teruna di lingkungan Tegal Darmasaba. Oleh sebab itu, ikatan persaudaraan yang kuat menjadi modal utama dalam menyelesaikan setiap kerumitan struktur patung raksasa tersebut. Selanjutnya, tim juri yang melakukan penilaian lapangan memberikan perhatian khusus pada teknik konstruksi yang digunakan oleh pemuda setempat. Mereka memastikan bahwa setiap bagian dari ogoh-ogoh ini memiliki keseimbangan yang tepat agar aman saat ditarikan nantinya. Akhirnya, hasil karya ini menjadi simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Desa Adat Darmasaba dalam kancah seni kabupaten.
Keunggulan Teknis Karya St. Putra Laksana
Terdapat beberapa elemen penting yang membuat karya tahun ini terasa berbeda dan lebih segar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berikut adalah aspek-aspek unggulan yang menjadi fokus utama dalam pameran karya seni budaya di Banjar Bersih:
- Detail Anatomi Karakter: Penggarapan struktur tubuh yang sangat presisi sehingga mampu menampilkan kesan otot dan urat yang terlihat sangat nyata.
- Ramah Lingkungan: Penggunaan bahan-bahan alami yang sepenuhnya bebas dari unsur plastik sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam Bali.
- Ekspresi Wajah: Penjiwaan pada raut muka karakter yang mampu memancarkan emosi sesuai dengan tema kewaspadaan yang diusung dalam “Prayatna”.
- Harmoni Ornamen: Penataan aksesoris yang rapi dan elegan, mencerminkan identitas Banjar Bersih yang selalu mengedepankan nilai estetika yang tinggi.
Pesan Budaya untuk Generasi Muda Badung
Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong agar semangat berkarya seperti yang ditunjukkan oleh St. Putra Laksana terus berkembang luas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah positif bagi para remaja untuk menjauhi hal-hal negatif selama masa persiapan Nyepi. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar kreativitas seni kriya di Bali tetap lestari dan mendunia. Namun, yang paling esensial adalah bagaimana setiap pemuda mampu memaknai proses pembuatan ogoh-ogoh sebagai bagian dari perjalanan spiritual. Dengan demikian, semangat “Prayatna” akan selalu hidup dalam sanubari para yowana dalam menjaga keajegan budaya Bali di masa depan.