Penilaian fisik ogoh-ogoh Badung tahun 2026 kini telah memasuki wilayah Zona 3, tepatnya di Kecamatan Mengwi. Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, tim juri tingkat kabupaten melakukan kunjungan langsung ke Banjar Cemanggon, Desa Adat Cemanggon. Pelaksanaan penilaian fisik ogoh-ogoh Badung ini bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian karya seni dengan kriteria teknis yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, para pemuda di Banjar Cemanggon menyambut kedatangan juri dengan presentasi karya yang sangat mendetail.

Proses Verifikasi di Banjar Cemanggon

Tim juri mengawali kegiatan dengan memeriksa struktur dasar serta bahan yang digunakan oleh para yowana. Selanjutnya, mereka memastikan bahwa karya tersebut tidak menggunakan bahan yang dilarang seperti stereofon atau plastik sekali pakai. Selain itu, aspek keamanan konstruksi juga menjadi perhatian utama agar ogoh-ogoh tetap stabil saat ditarikan nantinya. Namun, nilai estetika tetap menjadi nyawa utama yang diperhatikan oleh para pakar seni yang hadir. Oleh sebab itu, ketelitian dalam setiap lekukan anatomi karakter sangat menentukan hasil akhir evaluasi ini.

Masyarakat setempat juga turut hadir memberikan dukungan moral bagi para pemuda yang telah bekerja keras. Seiring dengan berjalannya proses, para juri tampak memberikan masukan konstruktif bagi perkembangan seni kriya di desa tersebut. Selanjutnya, interaksi antara juri dan pengurus Sekaa Teruna menciptakan ruang diskusi budaya yang sangat edukatif. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan sarana pembinaan bakat. Akhirnya, seluruh rangkaian acara di Banjar Cemanggon berjalan dengan tertib dan penuh rasa khidmat.

Indikator Teknis yang Dievaluasi

Dalam tahap ini, terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus tim penilai dari Kabupaten Badung. Berikut adalah aspek-aspek yang diperiksa secara saksama di lapangan:

  • Kesesuaian Tema: Apakah karakter yang dibangun sudah selaras dengan sinopsis cerita yang diajukan sebelumnya.
  • Proporsi Anatomi: Ketepatan ukuran antar bagian tubuh karakter agar terlihat proporsional dan memiliki nilai seni tinggi.
  • Kreativitas Bahan: Inovasi dalam pemanfaatan bahan-bahan alam yang ramah lingkungan sebagai kulit atau ornamen luar.
  • Ekspresi Karakter: Kemampuan seniman dalam menonjolkan raut wajah yang mampu menghidupkan suasana magis karya tersebut.

Harapan untuk Masa Depan Seni Bali

Melalui kegiatan rutin ini, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus menjaga marwah seni tradisi di kalangan generasi muda. Selain itu, evaluasi ini menjadi standar mutu bagi karya seni yang akan tampil pada malam pengerupukan mendatang. Oleh karena itu, dukungan dana dan apresiasi terus mengalir bagi setiap banjar yang menunjukkan dedikasi tinggi. Namun, yang paling utama adalah bagaimana nilai-nilai luhur budaya tetap tertanam kuat di hati para yowana. Dengan demikian, identitas Bali sebagai pulau seni akan terus lestari hingga masa yang akan datang.

Leave a Reply