Momen penilaian ogoh-ogoh Zona 7 Kabupaten Badung menjadi panggung penting bagi kreativitas Sekaa Teruna. Salah satu yang mencuri perhatian adalah karya dari ST. Yodhati bertajuk “Lubdha Angawe Pralaya.”

Judul ini bukan sekadar nama, tetapi sarat makna dan refleksi sosial.


Apa Arti “Lubdha Angawe Pralaya”?

Secara filosofis:

  • Lubdha berarti serakah
  • Angawe berarti menyebabkan atau membuat
  • Pralaya berarti kehancuran atau bencana besar

Jika digabungkan, Lubdha Angawe Pralaya dapat dimaknai sebagai “Keserakahan yang Membawa Kehancuran.”

Tema ini menjadi kritik moral yang relevan dengan kondisi kehidupan modern — saat ambisi, ego, dan kerakusan sering kali menjadi penyebab rusaknya keseimbangan.


Momen Penilaian Ogoh-Ogoh Badung Zona 7

Penilaian ogoh-ogoh Zona 7 merupakan bagian dari rangkaian seleksi tingkat Kabupaten Badung menjelang Nyepi. Dalam proses ini, tim juri menilai berdasarkan beberapa aspek utama:

  • Kekuatan konsep dan filosofi
  • Teknik dan detail pengerjaan
  • Kreativitas dan inovasi
  • Harmonisasi unsur tradisi dan modern

Karya ST. Yodhati tampil dengan karakter kuat, ekspresi dramatis, serta visual yang menggambarkan dampak dari sifat “lubdha” yang membawa pralaya atau kehancuran.


Mengapa Tema Ini Relevan?

Refleksi Sosial

Keserakahan manusia sering dikaitkan dengan kerusakan lingkungan, konflik, dan ketimpangan sosial.

Makna Spiritual Menjelang Nyepi

Ogoh-ogoh tidak hanya simbol bhuta kala, tetapi juga representasi sifat negatif dalam diri manusia yang harus dinetralisir sebelum Hari Raya Nyepi.

Pesan Edukatif untuk Generasi Muda

Melalui karya ini, ST. Yodhati menunjukkan bahwa ogoh-ogoh bukan hanya soal visual spektakuler, tetapi juga sarana penyampaian pesan moral.


Filosofi Ogoh-Ogoh sebagai Media Perenungan

Tradisi ogoh-ogoh di Bali merupakan bagian dari rangkaian Tawur Kesanga, sehari sebelum Nyepi. Arak-arakan ogoh-ogoh menjadi simbol pelepasan energi negatif.

Tema seperti Lubdha Angawe Pralaya memperdalam makna tersebut: bahwa sumber kehancuran terbesar sering kali berasal dari dalam diri manusia sendiri.


Kesimpulan

Karya ST. Yodhati – Lubdha Angawe Pralaya dalam momen penilaian Badung Zona 7 menjadi pengingat kuat bahwa tradisi ogoh-ogoh terus berkembang dengan pesan yang semakin reflektif dan relevan.

Bukan hanya karya seni monumental, tetapi juga cermin kehidupan.

Leave a Reply