Apa makna mendalam dari Filosofi Kereb Akasa Kaliungu? Filosofi Kereb Akasa Kaliungu adalah konsep spiritual yang menggambarkan “Kereb Akasa” sebagai tirai atau pelindung langit yang menjaga keseimbangan kosmos. Dalam karya ogoh-ogoh ST. Dharma Sentana (Banjar Kaliungu Kaja) untuk Caka 1948, konsep ini divisualisasikan melalui sosok agung yang memadukan kekuatan elemen udara dan perlindungan ilahi, mengajak manusia untuk selalu menghormati kekuatan yang ada di atas (angkasa).
Keindahan Artistik Kereb Akasa di Kaliungu Kaja
Eksplorasi dalam Filosofi Kereb Akasa Kaliungu tahun ini menonjolkan teknik pahatan yang sangat dinamis pada bagian sayap dan ornamen udara. Berbeda dengan karakter bhuta kala pada umumnya, mahakarya dari Banjar Kaliungu Kaja ini menampilkan estetika yang lebih halus namun tetap memancarkan kewibawaan. Penggunaan warna-warna cerah yang dipadukan dengan aksen emas memberikan kesan surgawi (niskala) yang sangat kental.
Pengerjaan detail pada figur pendamping, seperti dewi-dewi yang muncul dari kelopak bunga teratai (lotus), memperkuat narasi bahwa perlindungan langit selalu membawa keindahan dan kesucian. Setiap elemen visual dalam karya ST. Dharma Sentana ini dirancang untuk menciptakan harmoni antara kekuatan besar dan kelembutan seni.
Detail Teknis dan Inovasi Caka 1948
Penerapan Filosofi Kereb Akasa Kaliungu melibatkan beberapa inovasi teknis yang menjadi ciri khas ST. Dharma Sentana:
- Pewarnaan Gradasi Langit: Teknik airbrushing yang sangat halus untuk menciptakan efek awan dan kedalaman angkasa pada badan ogoh-ogoh.
- Struktur Sayap Ergonomis: Desain sayap yang megah namun ringan, melambangkan kebebasan dan perlindungan yang meluas.
- Ornamen Lotus Realistis: Detail bunga teratai sebagai alas figur utama yang melambangkan kemunculan cahaya suci dari dasar dunia.
Informasi Karya ST. Dharma Sentana
Siapa pembuat ogoh-ogoh Kereb Akasa di Kaliungu Kaja? Mahakarya ini dikerjakan secara kolektif oleh anggota ST. Dharma Sentana, Banjar Kaliungu Kaja, Denpasar.
Apa pesan yang ingin disampaikan melalui Filosofi Kereb Akasa Kaliungu? Pesannya adalah pentingnya menjaga keselarasan antara dunia manusia dengan kekuatan pelindung alam semesta (Akasa).
Kapan ogoh-ogoh ini akan diparadekan? Karya agung ini akan tampil pada malam Pangerupukan menyambut Tahun Baru Caka 1948 di pusat kota Denpasar.
Kesimpulan: Melalui Filosofi Kereb Akasa Kaliungu, ST. Dharma Sentana berhasil menciptakan standar baru dalam seni ogoh-ogoh yang memadukan teologi mendalam dengan estetika visual yang memukau. Mahakarya ini merupakan bukti dedikasi pemuda Kaliungu Kaja dalam melestarikan budaya Bali.