Apa sebenarnya pesan di balik kemunculan Ogoh-Ogoh ST Kerta Santhi 2026 tahun ini? Karya bertajuk Mala Karma Pralaya ini menjadi sorotan utama dalam menyambut Tahun Baru Caka 1948. Kehadiran Ogoh-Ogoh ST Kerta Santhi 2026 bukan sekadar pajangan seni visual yang megah semata. Namun, ia merupakan simbolisasi dari proses peleburan segala bentuk kotoran batin manusia yang negatif.

Apa Itu Mala Karma Pralaya?

Secara etimologi, judul karya ini memiliki arti yang sangat dalam bagi umat Hindu. “Mala” berarti kotoran, “Karma” berarti perbuatan, sedangkan “Pralaya” bermakna peleburan atau pembersihan total. Oleh karena itu, ST Kerta Santhi ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya introspeksi diri. Manusia diharapkan mampu melebur segala perbuatan buruk sebelum memasuki keheningan hari raya Nyepi.

Selanjutnya, konsep ini dituangkan ke dalam wujud rupa yang sangat menyeramkan namun artistik. Setiap guratan pada patung tersebut menggambarkan gejolak emosi yang harus segera ditenangkan kembali. Maka dari itu, pemilihan warna dan ekspresi patung dibuat sangat mendetail oleh para pemuda. Hal ini dilakukan agar pesan moral di balik karya tersebut tersampaikan dengan baik.

Bagaimana Proses Kreatif ST Kerta Santhi?

Seluruh anggota ST Kerta Santhi bekerja sangat keras untuk mewujudkan desain yang sangat kompleks ini. Mereka mulai mengumpulkan bahan-bahan alami sejak beberapa bulan sebelum dimulainya perayaan Nyepi mendatang. Selain itu, teknik pengerjaan dilakukan secara tradisional dengan sentuhan inovasi pada bagian mekanik patung. Jadi, ogoh-ogoh ini dipastikan mampu bergerak secara dinamis saat diarak nanti.

Kerja sama tim menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap detail anatomi yang rumit. Selain aspek visual, mereka juga sangat memperhatikan kekuatan struktur rangka di bagian dalam patung. Hal ini sangat penting demi menjaga keamanan selama proses parade di jalanan desa. Oleh sebab itu, pengujian beban dilakukan berkali-kali sebelum hari pengerupukan tiba di Bali.

Siapa Saja yang Terlibat di Dalamnya?

Keberhasilan karya Mala Karma Pralaya merupakan buah dari semangat gotong royong seluruh anggota ST Kerta Santhi. Para pemuda berbakat bersatu padu menyumbangkan ide kreatif untuk mempercantik tampilan luar patung tersebut. Selain seniman patung, para penata cahaya juga berperan penting dalam menciptakan atmosfer yang magis. Alhasil, karya ini akan terlihat sangat memukau saat terpapar lampu di malam hari.

Dukungan dari para tokoh masyarakat dan sesepuh desa juga sangat menguatkan mental para pemuda. Mereka memberikan arahan agar nilai-nilai pakem tradisional tidak hilang di tengah arus modernisasi seni. Dengan demikian, karya ini tetap memiliki ruh atau “taksu” yang sangat kuat dan berwibawa. Jadi, masyarakat sangat menantikan kejutan apa yang akan ditampilkan oleh ST Kerta Santhi.

Mengapa Karya Ini Wajib Dilihat?

Mala Karma Pralaya menawarkan pengalaman spiritual yang dibalut dalam keindahan seni rupa kontemporer Bali. Penonton akan diajak untuk merenungi setiap perbuatan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Oleh karena itu, pementasan ini diprediksi akan menjadi salah satu yang terbaik di wilayahnya. Keunikan konsep dan eksekusi yang rapi menjadi alasan kuat mengapa Anda harus menyaksikannya.

Kesimpulannya, ST Kerta Santhi telah berhasil menciptakan sebuah karya yang sarat akan edukasi budaya. Mereka membuktikan bahwa generasi muda Bali tetap konsisten dalam menjaga warisan leluhur dengan sangat apik. Melalui semangat Tahun Baru Caka 1948, mari kita sambut hari raya Nyepi dengan hati bersih. Semoga karya ini memberikan inspirasi positif bagi seluruh masyarakat yang melihat pementasannya nanti.

Leave a Reply