Apa arti dari Makna Saji Mahisa Rupa? Makna Saji Mahisa Rupa adalah simbol persembahan (Saji) dalam wujud kerbau (Mahisa). Kerbau melambangkan kekuatan fisik besar yang harus dikendalikan oleh spiritual manusia. Karya seni dari ST. Werdi Yowana ini menggambarkan pertarungan antara sifat kebinatangan dan kesucian jiwa. Selain itu, karya asal Banjar Munggu Gulingan ini dibuat khusus untuk menyambut Nyepi 2026.
Detail Artistik Mahakarya Banjar Munggu Gulingan
Karya ST. Werdi Yowana sangat menonjol di wilayah Badung. Hal ini karena mereka berani mengeksplorasi anatomi kontemporer. Berikut adalah beberapa poin utama keunggulan visualnya:
- Visualisasi Mahisa Rupa: Figur utama menyerupai makhluk berkepala kerbau dengan tubuh manusia. Oleh karena itu, ia melambangkan kekuatan fisik yang tunduk pada etika.
- Teknik Pewarnaan: Mereka menggunakan gradasi warna kulit yang sangat halus. Akibatnya, detail urat saraf yang menonjol membuat ogoh-ogoh ini tampak hidup.
- Komposisi Dramatis: Penempatan figur pendamping menciptakan narasi pertempuran yang intens. Jadi, karya ini mencerminkan emosi manusia yang harus diredam saat pengerupukan.
Kreativitas Yowana Badung dan Inovasi Material
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pemuda di Banjar Munggu Gulingan. Mereka ingin menunjukkan inovasi seni ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, proses pengerjaan melibatkan seluruh anggota ST. Werdi Yowana. Mereka menggunakan material ramah lingkungan dengan teknik konstruksi modern. Sinergi ini memastikan struktur tetap stabil dan aman saat diarak dalam pawai.
Esensi Filosofis dalam Tradisi Bali
Karya ini membawa pesan reflektif bagi penikmat seni. Penggambaran kerbau sering dikaitkan dengan kendaraan Dewa Yama. Singkatnya, ia melambangkan keadilan dan akhir dari sebuah siklus. Melalui filosofi ini, masyarakat diajak melihat ogoh-ogoh sebagai cermin diri. Setiap individu memiliki sifat liar yang perlu dijinakkan sebelum memasuki keheningan Nyepi.
Mengapa memahami Makna Saji Mahisa Rupa itu penting? Memahami karya ini membantu wisatawan menyadari bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar hiburan. Makna Saji Mahisa Rupa adalah pesan tentang pentingnya pengendalian hawa nafsu. Dengan demikian, manusia dapat kembali ke fitrah yang suci saat hari Nyepi tiba.