Apa itu Mahakarya Ogoh-Ogoh Punggul Badung? Mahakarya Ogoh-Ogoh Punggul Badung adalah representasi seni patung raksasa yang dibuat oleh pemuda (Sekaa Teruna) di Desa Punggul, khususnya oleh ST. Utama Kanthi (ST.UK) dari Banjar Kelodan. Karya ini merupakan bagian tak terpisahkan dari ritual malam Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi di Kabupaten Badung, Bali.
Keunikan Visual dan Detail Artistik
Tahun ini, ST. Utama Kanthi Kelodan Punggul menampilkan teknik pewarnaan (coloring time) yang sangat berani dan detail. Berikut adalah beberapa elemen kunci dari karya mereka:
- Tekstur Kulit Realistik: Berbeda dengan ogoh-ogoh tradisional, karya ini menonjolkan tekstur kulit berbintik layaknya predator hutan yang memberikan kesan hidup dan mengintimidasi.
- Anatomi yang Presisi: Penonjolan otot perut (six-pack) dan struktur dada yang kekar menunjukkan pengaruh seni anatomi modern dalam pembuatan figur Bhuta Kala.
- Sayap Ikonik: Penggunaan sayap lebar dengan gradasi warna cokelat tua memberikan kesan mistis, menyerupai makhluk nokturnal yang siap menerkam.
Proses Kreatif di Banjar Kelodan
Menuju H-2 pengerupukan, suasana di balai banjar semakin intens. Seluruh anggota ST. Utama Kanthi berkolaborasi dalam tahap finishing. Penggunaan material yang ramah lingkungan tetap menjadi prioritas, sesuai dengan instruksi pelestarian alam di Kabupaten Badung.
Mengapa Ogoh-Ogoh Desa Punggul Patut Dinantikan? Kreativitas Yowana Badung, khususnya di wilayah Abiansemal, selalu dikenal memiliki standar estetika yang tinggi. Mahakarya Ogoh-Ogoh Punggul Badung kali ini diprediksi akan menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin melihat inovasi seni patung kontemporer Bali.