Momen Sakral Ngaben Ngerit Penebel Tabanan di Br. Gunung

Ngaben Ngerit Penebel Tabanan menjadi salah satu momen adat yang penuh makna dan kekhidmatan. Bertempat di Banjar Gunung, wilayah Penebel, Kabupaten Tabanan, upacara ini menghadirkan suasana sakral sekaligus kebersamaan warga dalam menjalankan tradisi leluhur.

Ngaben ngerit atau sering disebut ngaben masal merupakan upacara pelebon yang dilakukan bersama-sama oleh beberapa keluarga dalam satu banjar. Tradisi ini tidak hanya meringankan biaya, tetapi juga mempererat solidaritas antar warga. Prosesi dimulai dari persiapan sarana upacara, pembuatan bade atau wadah, hingga rangkaian ritual pembakaran yang dipimpin oleh pemangku dan sulinggih setempat.

Suasana di Br. Gunung terasa begitu khidmat saat keluarga dan masyarakat berkumpul mengenakan pakaian adat Bali. Bade yang dihias dengan ornamen khas Bali diarak bersama menuju setra (kuburan adat) dengan iringan gamelan baleganjur yang menggema sepanjang perjalanan.


Penabuh Maung Gorawa X KOKAR Bali Mengiringi Prosesi

Prosesi Ngaben Ngerit Penebel Tabanan semakin khidmat dengan iringan tabuh dari kolaborasi penabuh Maung Gorawa dan KOKAR Bali. KOKAR Bali dikenal sebagai sekolah seni yang melahirkan generasi seniman muda berbakat di Bali.

Tabuh baleganjur yang dimainkan memberikan energi spiritual sekaligus semangat bagi keluarga yang ditinggalkan. Dentuman kendang, ceng-ceng, dan gong menyatu dalam harmoni yang menggambarkan perjalanan roh menuju alam yang lebih tinggi. Iringan ini bukan sekadar musik, melainkan bagian penting dalam filosofi upacara ngaben.

Kolaborasi Maung Gorawa dan KOKAR Bali menghadirkan nuansa berbeda—lebih dinamis namun tetap menjaga pakem tradisi. Generasi muda yang terlibat menunjukkan bahwa warisan budaya Bali terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan akar spiritualnya.


Makna Spiritual Ngaben Masal di Penebel

Dalam tradisi Hindu Bali, ngaben memiliki tujuan utama untuk menyucikan atma atau roh agar dapat kembali ke asalnya. Pelaksanaan ngaben masal di Penebel menjadi simbol gotong royong dan kebersamaan yang masih kuat dijaga masyarakat.

Setiap tahapan upacara mengandung makna mendalam, mulai dari pembersihan, pengabenan, hingga prosesi ngeroras atau penyempurnaan. Kehadiran warga, keluarga, dan para penabuh gamelan menciptakan suasana yang tidak hanya sakral, tetapi juga penuh rasa hormat terhadap leluhur.

Ngaben Ngerit Penebel Tabanan menjadi bukti nyata bahwa tradisi Bali tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Banjar Gunung di Penebel menghadirkan momen adat yang tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga peristiwa budaya yang memperkuat identitas masyarakat Bali.

By arik

Leave a Reply