Gelaran Parade Ogoh-Ogoh Badung 2026 memasuki tahap evaluasi fisik di wilayah Kecamatan Mengwi atau Zona 4. Pada Kamis, 19 Februari 2026, giliran Banjar Gede, Desa Adat Anggungan yang menerima kunjungan tim juri. Kehadiran para penilai disambut dengan persiapan matang dari seluruh anggota sekaa teruna setempat. Partisipasi dalam Parade Ogoh-Ogoh Badung 2026 ini menjadi pembuktian eksistensi kreativitas seni di wilayah Anggungan. Seluruh aspek teknis dan estetika karya dipaparkan secara lugas di hadapan dewan juri.
Bagaimana Jalannya Evaluasi Juri di Banjar Gede?
Proses penilaian di Banjar Gede berlangsung dengan sangat tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Tim juri melakukan inspeksi menyeluruh terhadap konstruksi fisik ogoh-ogoh dari bagian bawah hingga puncak. Selain itu, mereka juga mengamati proporsi figur utama yang ditampilkan oleh pemuda Banjar Gede. Detail pahatan dan ekspresi tokoh yang diangkat menjadi poin pengamatan yang sangat mendalam. Oleh karena itu, suasana di lokasi penilaian terasa sangat serius namun tetap penuh semangat.
Selanjutnya, penyajian narasi atau sinopsis karya dilakukan secara singkat namun padat oleh perwakilan sekaa teruna. Hal ini bertujuan agar juri memahami latar belakang pemikiran di balik perwujudan tokoh tersebut. Namun, aspek visual tetap menjadi indikator utama dalam menentukan nilai akhir di tahap lapangan ini. Jadi, kematangan konsep artistik sangat diuji saat patung raksasa tersebut dipresentasikan. Persaingan di Desa Adat Anggungan sendiri dikenal cukup kompetitif bagi para peserta lainnya.
Apa Saja Komponen Teknis yang Menjadi Sorotan?
Keseimbangan struktur bangunan menjadi salah satu faktor teknis yang paling diperhatikan oleh tim penilai dari Kabupaten Badung. Banjar Gede menunjukkan kemampuan teknik konstruksi yang sangat baik sehingga objek tetap stabil saat dipindahkan. Di samping itu, gradasi warna dan penataan aksesori pada figur ogoh-ogoh terlihat sangat rapi. Akibatnya, karakter yang ingin ditonjolkan dapat terlihat jelas meski dilihat dari jarak yang cukup jauh. Maka dari itu, kualitas pengerjaan di banjar ini patut diperhitungkan dalam klasemen Zona 4.
Di sisi lain, harmonisasi iringan musik pengiring juga memberikan pengaruh besar pada atmosfer presentasi karya seni tersebut. Ritme gamelan yang dibawakan harus sinkron dengan dinamika gerak yang ditampilkan oleh para pengusung. Selain itu, kebersihan area di sekitar lokasi penilaian juga menjadi bagian dari penilaian manajemen organisasi banjar. Hal ini menunjukkan tingkat kedisiplinan pemuda dalam menyelenggarakan acara setingkat kabupaten. Keselarasan berbagai unsur inilah yang membuat penilaian di Banjar Gede berjalan sangat lancar.
Mengapa Penilaian di Desa Adat Anggungan Sangat Penting?
Desa Adat Anggungan memiliki sejarah panjang dalam melahirkan karya-karya ogoh-ogoh yang fenomenal di setiap ajang tahunan. Setiap banjar di wilayah ini selalu berusaha memberikan inovasi terbaru untuk mempertahankan reputasi daerah mereka. Selain itu, tingginya standar yang ditetapkan oleh juri menuntut peserta untuk lebih teliti dalam pengerjaan akhir. Namun, Banjar Gede tampak sangat siap dengan segala tantangan dan kriteria yang diberikan oleh panitia. Dengan demikian, hasil penilaian hari ini akan sangat menentukan posisi mereka di tingkat kecamatan.
Sebagai penutup, kegiatan penilaian di Banjar Gede telah terdokumentasi dengan baik oleh tim verifikasi data. Seluruh hasil pengamatan lapangan akan segera diproses bersama dengan nilai dari banjar-banjar lain di Zona 4. Harapannya, semangat kreativitas ini terus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berkarya lebih baik lagi. Mari kita nantikan pengumuman hasil akhir dari rangkaian kompetisi besar di Kabupaten Badung ini.