Diastema adalah celah yang berada di antara dua gigi yang biasanya bersebelahan satu sama lain. Kondisi ini dapat terjadi pada gigi mana saja, baik di rahang atas maupun bawah. Namun, jenis diastema yang paling umum adalah celah di antara gigi depan pada rahang atas. Celah ini sering terlihat jelas saat seseorang tersenyum atau berbicara.

Pada anak-anak, diastema sering dianggap sebagai bagian dari proses pertumbuhan gigi dan dapat menutup dengan sendirinya. Namun pada orang dewasa, kondisi ini biasanya berkaitan dengan faktor struktur gigi, ukuran rahang, atau kesehatan gusi sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Diastema

Diastema dapat terjadi karena beberapa faktor. Salah satu penyebab yang paling umum adalah perbedaan ukuran antara gigi dan rahang, sehingga terbentuk ruang kosong di antara gigi. Selain itu, jaringan frenulum yang terlalu besar juga dapat menyebabkan celah, terutama pada gigi depan rahang atas.

Faktor lain yang dapat memicu diastema adalah penyakit gusi atau infeksi yang melemahkan jaringan penyangga gigi. Ketika jaringan pendukung gigi terganggu, gigi dapat bergeser dan membentuk jarak. Oleh karena itu, pemeriksaan dokter gigi penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya sebelum menentukan perawatan.

Cara Mengatasi Diastema

Berikut beberapa metode yang umum digunakan untuk mengatasi diastema:

1. Kawat Gigi

Kawat gigi bekerja dengan memberikan tekanan secara perlahan agar posisi gigi dapat bergeser dan celah tertutup. Lama perawatan tergantung pada tingkat keparahan serta kondisi gigi secara keseluruhan.

2. Veneer Gigi

Veneer gigi adalah lapisan tipis yang dipasang pada permukaan depan gigi untuk memperbaiki tampilan. Metode ini cocok untuk celah yang tidak terlalu besar dan biasanya dipilih untuk tujuan estetika karena hasilnya relatif cepat terlihat.

3. Operasi

Jika diastema disebabkan oleh frenulum yang terlalu besar atau faktor struktur tertentu, prosedur bedah kecil dapat dilakukan sesuai anjuran dokter gigi.

4. Perawatan Infeksi

Apabila terjadi akibat infeksi atau penyakit gusi, maka kondisi tersebut perlu ditangani terlebih dahulu melalui perawatan yang sesuai sebelum dilakukan tindakan lanjutan untuk menutup celah gigi.

Leave a Reply