Bagaimana tahap awal proses pembuatan Ogoh Ogoh dimulai? Secara umum, segalanya bermula dari perancangan sketsa dan struktur dasar menggunakan bambu atau kayu. Kemudian, para pemuda di Sekaa Teruna Bhina Karya, Banjar Jempinis, mulai membentuk detail anatomi dengan sangat teliti untuk menciptakan ekspresi yang hidup.

Detail Seni di Banjar Jempinis Pererenan

Pembuatan karya seni ini memerlukan dedikasi waktu yang sangat besar. Oleh karena itu, setiap anggota sekaa teruna bahu-membahu dalam mengerjakan setiap lapisan ornamen. Selain itu, penggunaan teknik pewarnaan dan penempatan detail sangat krusial agar hasil akhir terlihat memukau saat penilaian nanti.

Setelah itu, bagian-bagian kecil seperti kuku, rambut, dan aksesori mulai dipasang. Sebagai hasilnya, karya dari Banjar Jempinis ini sering kali menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kecamatan Mengwi, Badung.

Bahan Utama dalam Pembuatan Ogoh Ogoh

Dalam menjaga tradisi sekaligus lingkungan, pemilihan material menjadi hal yang sangat penting. Berikut adalah komponen utama yang sering digunakan:

  • Ulatan Bambu: Digunakan sebagai rangka utama yang fleksibel namun kuat.
  • Kertas Ramah Lingkungan: Berfungsi untuk melapisi tubuh patung secara bertahap.
  • Tanah Liat atau Bubur Kertas: Dipakai untuk mempertegas ekspresi wajah.
  • Cat Tekstur: Memberikan dimensi warna yang lebih dramatis dan nyata.

Semangat Gotong Royong Yowana Pererenan

Proses ini bukan sekadar tentang kompetisi seni semata. Sebab, di balik setiap goresan tangan, terdapat semangat kebersamaan yang kuat antar pemuda. Bahkan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi di lingkungan Banjar Jempinis, Pererenan.

Akhirnya, melalui pantauan tim Bali Kami, kita dapat melihat bahwa seni Bali akan terus berevolusi tanpa meninggalkan akarnya. Oleh sebab itu, mari kita apresiasi kerja keras Sekaa Teruna Bhina Karya dalam melestarikan budaya adiluhung ini.

Leave a Reply