Hari ini Zona 6 menjadi penilaian terakhir, tentunya akan berat bagi sang juri. Atmosfer kompetisi semakin terasa ketika karya bertajuk “SATYANING CARAKA” dari Banjar Legian Keloda kembali ditinjau. Momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi tahap krusial yang bisa menentukan hasil akhir dalam ajang ogoh-ogoh tahun ini.
Apa Itu “SATYANING CARAKA”?
“Satyaning Caraka” secara filosofi mengandung makna tentang kesetiaan pada kebenaran dalam menyampaikan pesan. Dalam konteks ogoh-ogoh Bali, tema ini kerap diangkat sebagai simbol introspeksi sosial dan pesan moral kepada masyarakat.
Tradisi ogoh-ogoh sendiri identik dengan perayaan menjelang Hari Raya Nyepi, di mana karya-karya monumental ditampilkan sebelum pawai dan prosesi pengarakan. Di kawasan Banjar Legian Keloda, kreativitas pemuda banjar selalu menjadi sorotan karena detail artistik dan pesan yang kuat dalam setiap konsepnya.
Mengapa Zona 6 Jadi Penilaian Terakhir?
Dalam sistem lomba ogoh-ogoh, zona biasanya dibagi berdasarkan wilayah. Zona 6 menjadi tahap akhir penilaian, sehingga:
- Juri harus lebih teliti karena hasil sebelumnya sudah menjadi pembanding.
- Standar penilaian semakin ketat untuk menjaga objektivitas.
- Detail teknis seperti konstruksi, anatomi, ekspresi, hingga pesan filosofi akan ditinjau ulang.
Peninjauan kembali ini dilakukan untuk memastikan bahwa karya sesuai kriteria lomba dan tetap memenuhi standar keamanan serta estetika.
Tantangan Berat bagi Sang Juri
Menilai ogoh-ogoh bukan hanya soal visual. Ada beberapa aspek penting yang menjadi perhatian:
- Nilai Filosofis & Cerita – Apakah pesan “Satyaning Caraka” tersampaikan dengan kuat?
- Teknik Konstruksi – Stabilitas rangka dan detail ukiran.
- Kreativitas & Inovasi – Unsur kebaruan dibanding peserta lain.
- Kekompakan Tim – Kolaborasi sekaa teruna dalam pengerjaan.
Di tahap akhir ini, tekanan terasa bukan hanya bagi peserta, tapi juga juri yang harus memastikan keputusan adil dan profesional.
Peran Banjar Legian Keloda dalam Tradisi Ogoh-Ogoh
Banjar Legian Keloda dikenal aktif dalam menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi. Peninjauan kembali hari ini menjadi bukti bahwa karya mereka mendapat perhatian khusus.
Kehadiran ogoh-ogoh dengan tema kuat seperti “Satyaning Caraka” memperlihatkan bagaimana generasi muda tetap setia pada nilai budaya, namun berani menyuarakan isu-isu sosial melalui karya seni.
Kesimpulan
Penilaian terakhir di Zona 6 menjadi momen penentuan bagi “SATYANING CARAKA”. Beban berat ada di pundak juri, namun juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Banjar Legian Keloda karena karya mereka kembali ditinjau secara serius.
Tradisi ogoh-ogoh bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang ekspresi budaya, kreativitas, dan pesan moral bagi masyarakat Bali.