Apa Itu Ogoh-Ogoh PERTIWI 1948 ST. Dharma Manggala?
Ogoh-Ogoh PERTIWI 1948 adalah karya seni tradisional yang dibuat oleh Sekaa Teruna (ST) Dharma Manggala dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946. Ogoh-ogoh ini menjadi simbol semangat pemuda Desa Munggu dalam melestarikan budaya Bali.
Tradisi ogoh-ogoh sendiri merupakan bagian dari rangkaian upacara Tawur Kesanga, yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. Arak-arakan ogoh-ogoh melambangkan pengusiran energi negatif agar keseimbangan alam dapat terjaga.
Makna di Balik Nama “PERTIWI 1948”
Nama “PERTIWI” identik dengan makna Ibu Pertiwi atau tanah kelahiran, yang melambangkan kekuatan, kesuburan, serta identitas bangsa dan budaya.
Angka 1948 dapat memiliki makna historis dan simbolik yang mencerminkan semangat perjuangan, persatuan, dan solidaritas — nilai yang juga tercermin dalam kebersamaan ST. Dharma Manggala selama proses pembuatan ogoh-ogoh.
Siapa ST. Dharma Manggala?
ST. Dharma Manggala adalah komunitas pemuda yang aktif dalam kegiatan adat, sosial, dan budaya di wilayah Desa Munggu, Kabupaten Badung, Bali. Setiap tahunnya, mereka berkontribusi dalam pembuatan ogoh-ogoh sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga warisan leluhur.
Semangat #DMGSolid bukan hanya slogan, tetapi cerminan kekompakan tim dari tahap desain, pembentukan rangka, pemahatan, hingga tahap finishing.
Kapan Ogoh-Ogoh Ini Ditampilkan?
Ogoh-ogoh PERTIWI 1948 ditampilkan dalam parade menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 yang bertepatan dengan tahun 2024 Masehi. Arak-arakan biasanya digelar pada malam Pengerupukan dengan iringan gamelan dan sorak semangat masyarakat.
Kenapa Ogoh-Ogoh Ini Menarik Perhatian?
Beberapa faktor yang membuat Ogoh-Ogoh PERTIWI 1948 menarik perhatian:
- Detail visual yang kuat dan ekspresif
- Konsep filosofis yang mendalam
- Soliditas tim pembuat
- Antusiasme warga Desa Munggu
- Viral di media sosial dengan tagar #ogohogohbadung
Peran Ogoh-Ogoh dalam Budaya Bali
Tradisi ogoh-ogoh berkembang pesat di Kabupaten Badung, Bali. Selain sebagai ritual adat, kini juga menjadi ajang kreativitas dan inovasi seni rupa.
Di era digital, dokumentasi ogoh-ogoh semakin mudah ditemukan secara online, menjadikan karya-karya lokal seperti PERTIWI 1948 semakin dikenal luas lewat pencarian Google dan media sosial.
Kesimpulan
Ogoh-Ogoh PERTIWI 1948 ST. Dharma Manggala bukan hanya sebuah karya seni, tetapi simbol kekompakan, tradisi, dan semangat generasi muda Bali dalam menjaga warisan budaya.
Dengan mengusung nilai persatuan dan filosofi mendalam, karya ini menjadi bagian dari kemeriahan ogoh-ogoh Badung yang selalu dinanti setiap tahunnya.