Ogoh-Ogoh besar karya pemuda Kerobokan diarak menjelang Nyepi di Badung Bali dengan latar senja dramatis.

Apa Itu Mugi Bumi Canthi?

Mugi Bumi Canthi adalah ungkapan doa dan harapan dalam tradisi Bali yang bermakna agar bumi kembali harmonis, seimbang, dan suci. Frasa ini sering dikaitkan dengan semangat perayaan Nyepi dan tradisi Ogoh-Ogoh di wilayah Badung, Bali.

Dalam konteks budaya, ungkapan ini menjadi simbol refleksi, pembersihan, serta permohonan keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas.


Makna Filosofis Mugi Bumi Canthi dalam Tradisi Bali

Di Bali, keseimbangan hidup dikenal dengan konsep Tri Hita Karana — harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.

Ungkapan ini mencerminkan nilai tersebut, terutama menjelang Hari Raya Nyepi ketika masyarakat membuat dan mengarak Ogoh-Ogoh sebagai simbol pengendalian energi negatif.

Tradisi ini hidup kuat di Kabupaten Badung melalui dukungan berbagai komunitas dan organisasi seperti:

  • Pemerintah Kabupaten Badung
  • Yowana Desa Adat Kerobokan
  • Sekehe Demen Bali
  • Ogoh-Ogoh Badung
  • NusaBali
  • Ogoh-Ogoh Kerobokan

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya soal seremoni, tetapi juga tentang kebersamaan dan identitas generasi muda Bali.


Mengapa Ogoh-Ogoh Penting dalam Spirit Mugi Bumi Canthi?

Ogoh-Ogoh bukan sekadar patung besar yang diarak sebelum Nyepi. Ia adalah representasi Bhuta Kala — energi negatif atau sifat-sifat yang harus dikendalikan dalam diri manusia.

Di wilayah seperti Kerobokan dan Badung, kreativitas pemuda STT sangat terlihat. Mereka tidak hanya membuat Ogoh-Ogoh sebagai simbol ritual, tetapi juga sebagai karya seni dengan nilai estetika tinggi dan pesan moral yang kuat.


Bagaimana Ungkapan ini Relevan di Era Sekarang?

Di tengah modernisasi dan era digital, nilai ini tetap relevan:

  • Mengajak generasi muda menjaga budaya
  • Menumbuhkan rasa gotong royong
  • Menguatkan identitas lokal Bali
  • Mengingatkan pentingnya keseimbangan hidup

Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi fondasi masa depan.


Kesimpulan

Mugi Bumi Canthi bukan hanya sebuah ungkapan, tetapi doa kolektif masyarakat Bali agar bumi tetap harmonis. Melalui tradisi Ogoh-Ogoh di Badung, semangat ini terus hidup dan berkembang, didukung oleh komunitas lokal, generasi muda, dan pemerintah daerah.

Spirit ini mengingatkan kita bahwa menjaga keseimbangan alam dan diri sendiri adalah tanggung jawab bersama.

Leave a Reply