Ogoh-ogoh St. Surya Kanti, Br. Ulapan 1 Blahkiuh, Desa Abiansemal, Kab. Badung, Caka 1948, Tahun 2026 menjadi salah satu ogoh-ogoh yang dinantikan saat perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini. Tradisi ini selalu menghadirkan karya seni penuh makna dari generasi muda Bali.
Lalu, apa yang membuat ogoh-ogoh ini menarik? Di mana lokasinya? Dan apa maknanya dalam rangkaian Nyepi Caka 1948?
Apa Itu Ogoh-Ogoh dalam Tradisi Nyepi?
Ogoh-ogoh adalah karya seni patung raksasa yang biasanya merepresentasikan sosok Bhuta Kala, simbol energi negatif atau sifat buruk manusia. Tradisi ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali.
Sebelum Nyepi, ogoh-ogoh akan diarak keliling desa dalam prosesi Ngarak atau Tawur Kesanga sebagai simbol pembersihan alam dan diri dari energi negatif.
Di Mana Lokasi Ogoh-Ogoh St. Surya Kanti 2026?
Ogoh-ogoh ini dibuat dan diarak di:
- St. Surya Kanti
- Banjar Ulapan 1 (Br. Ulapan 1)
- Desa Blahkiuh
- Kecamatan Abiansemal
- Kabupaten Badung, Bali
Wilayah Abiansemal memang dikenal aktif dan kreatif dalam pembuatan ogoh-ogoh setiap tahunnya, dengan partisipasi kuat dari Sekaa Teruna Teruni (STT).
Apa Makna Ogoh-Ogoh Caka 1948 Tahun 2026?
Caka 1948 bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Tema dan bentuk ogoh-ogoh biasanya merepresentasikan isu moral, cerita mitologi, atau fenomena sosial yang sedang terjadi.
Makna filosofisnya meliputi:
- Simbol pengendalian diri
- Pembersihan sifat buruk manusia
- Kesadaran akan keseimbangan antara sekala dan niskala
- Semangat kebersamaan generasi muda dalam berkarya
Mengapa Ogoh-Ogoh Selalu Dinanti Setiap Tahun?
Beberapa alasan ogoh-ogoh selalu menarik perhatian:
- Kreativitas desain yang semakin inovatif
- Detail pengerjaan yang semakin realistis
- Dukungan teknologi seperti lighting dan sistem gerak
- Menjadi wadah ekspresi budaya anak muda Bali
Tak hanya warga lokal, wisatawan domestik dan mancanegara pun sering berburu momen pengarakan ogoh-ogoh menjelang Nyepi.
Kapan Hari Raya Nyepi Caka 1948?
Hari Raya Nyepi Caka 1948 jatuh pada tahun 2026. Rangkaian utamanya meliputi:
- Melasti
- Tawur Kesanga
- Ngarak Ogoh-ogoh
- Catur Brata Penyepian
Momen pengarakan ogoh-ogoh biasanya dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, saat sore hingga malam hari.
Penutup
Ogoh-ogoh St. Surya Kanti Br. Ulapan 1 Blahkiuh, Desa Abiansemal, Kab. Badung pada Caka 1948 (2026) menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi, memperkuat solidaritas pemuda, dan merawat warisan budaya Bali.
Tradisi ini bukan sekadar pawai patung raksasa, melainkan simbol refleksi diri sebelum memasuki hari sunyi penuh makna.