Antusiasme masyarakat dalam menyaksikan karya Ogoh-ogoh terbaik Badung tahun ini benar-benar tidak terbendung lagi. Kawasan Banjar Delod Pempatan di Desa Adat Tangeb menjadi pusat perhatian pada penilaian Zona 4 kali ini. Melalui ajang karya Ogoh-ogoh terbaik Badung, kita bisa melihat kemajuan teknik seni yang sangat luar biasa pesat. Para seniman muda di Mengwi menunjukkan dedikasi tinggi dalam menciptakan karakter patung yang sangat detail. Selanjutnya, tim juri kabupaten mulai masuk ke area penilaian untuk memberikan skor objektif mereka.
Kemeriahan Suasana di Delod Pempatan
Acara penilaian ini berlangsung dengan sangat meriah tepat pada hari Rabu, 18 Februari 2026 yang lalu. Lokasi Banjar Delod Pempatan nampak sangat padat oleh kerumunan warga yang ingin memberikan dukungan moral. Selain itu, dekorasi lampu di sekitar balai banjar menambah kesan magis pada karya yang dipamerkan. Banyak wisatawan asing yang terlihat antusias mengabadikan momen ini menggunakan kamera profesional mereka masing-masing. Kemudian, suara gamelan baleganjur mulai mengalun merdu untuk menyambut kedatangan rombongan tim penilai.
Standar Penilaian Tim Juri Kabupaten
Tim juri dari Pemerintah Kabupaten Badung menerapkan standar yang sangat tinggi bagi setiap peserta lomba. Mereka tidak hanya melihat keindahan rupa luar dari patung raksasa yang ditampilkan para pemuda saja. Namun, terdapat beberapa kriteria teknis yang menjadi fokus utama dalam proses penilaian di Zona 4 ini:
- Penggunaan material yang sepenuhnya ramah lingkungan seperti bambu, kertas, dan rotan alami.
- Proporsi anatomi tubuh karakter yang digambarkan harus terlihat sangat nyata dan juga seimbang.
- Ekspresi wajah tokoh yang mampu menyampaikan pesan emosi atau cerita filosofis kepada penonton.
- Inovasi pada sistem mekanik yang memungkinkan bagian tubuh patung dapat bergerak secara dinamis.
- Keserasian antara warna kulit patung dengan busana tradisional yang dikenakan oleh karakter tersebut.
Kerja Keras Sekaa Teruna Tangeb
Dibalik mahakarya yang sangat megah ini, terdapat perjuangan tanpa lelah dari para pemuda banjar setempat. Mereka telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyusun kerangka hingga melakukan proses finishing yang sangat detail. Selain itu, semangat gotong royong antar warga dalam membantu pendanaan juga sangat patut untuk diapresiasi. Hal ini membuktikan bahwa budaya kolektif masyarakat Bali masih terjaga dengan sangat baik hingga sekarang. Maka dari itu, karya ini bukan sekadar patung melainkan simbol persatuan seluruh warga desa.
Misi Pelestarian Budaya Nusantara
Kegiatan tahunan ini diharapkan menjadi sarana efektif untuk menjaga warisan leluhur agar tetap eksis di masa depan. Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memberikan ruang kreatif seluas-luasnya bagi para generasi muda di Bali. Selain itu, ajang ini juga menjadi magnet pariwisata budaya yang sangat kuat bagi wilayah Mengwi. Jangan sampai nilai-nilai estetika tradisi kita hilang ditelan oleh arus modernisasi yang semakin cepat ini. Akhirnya, seluruh rangkaian acara penilaian di Banjar Delod Pempatan ini berjalan dengan sangat sukses.
Harapan untuk Hasil Akhir Penilaian
Seluruh warga berharap karya dari Banjar Delod Pempatan ini bisa meraih prestasi gemilang di tingkat kabupaten. Kualitas pengerjaan tahun ini dianggap sebagai salah satu yang paling rapi di wilayah Kecamatan Mengwi. Selanjutnya, pengumuman hasil pemenang zona akan dilakukan setelah seluruh rangkaian penilaian di semua titik selesai. Mari kita terus berikan apresiasi tinggi bagi seluruh seniman muda yang telah berkarya dengan sepenuh hati. Semoga semangat seni tradisional ini tetap abadi dan terus menginspirasi generasi yang akan datang.