Denpasar, Bali (07/09/25) — Suasana langit di kawasan Pantai Padang Galak berubah menjadi pusat perhatian ketika layangan janggan raksasa sepanjang 9,6 meter milik Banjar Pelasa Kuta kembali diterbangkan. Disebut sebagai janggan terbesar nomor dua di Bali, kemunculannya langsung menyedot perhatian pecinta Rare Angon dari berbagai daerah.


Audiens — Siapa yang Tertarik dengan Peristiwa Ini?

Peristiwa ini memiliki daya tarik yang kuat bagi beberapa kalangan:

1. Pecinta Rare Angon Bali
Komunitas pecinta layangan tradisional melihat momen ini sebagai ajang pembuktian kreativitas, teknik, dan kekompakan tim.

2. Masyarakat Lokal dan Generasi Muda
Acara ini menjadi ruang belajar budaya sekaligus kebanggaan identitas lokal.

3. Wisatawan dan Penggemar Budaya
Bagi wisatawan, fenomena layangan janggan raksasa menghadirkan pengalaman visual dan budaya yang unik serta autentik.

4. Dokumentator dan Fotografer
Ukuran 9,6 meter dengan ekor panjang menjuntai menciptakan visual dramatis yang sangat menarik untuk diabadikan.


Upaya — Seberapa Besar Upaya di Baliknya?

Menerbangkan layangan janggan raksasa bukan hal sederhana.

1. Kolaborasi Tim
Puluhan orang bekerja sama untuk menerbangkan layangan ini. Koordinasi sangat penting agar layangan dapat stabil saat mengudara.

2. Keterampilan Teknis
Mulai dari proses pembuatan rangka, detail kepala naga, hingga ekor panjang yang khas, semuanya membutuhkan ketelitian dan pengalaman.

3. Persiapan Angin dan Lokasi
Pantai seperti Padang Galak dipilih karena memiliki area terbuka luas serta angin yang relatif stabil untuk layangan berukuran besar.

4. Nilai Gotong Royong
Prosesnya bukan hanya teknis, tetapi juga sosial. Setiap anggota tim memiliki peran penting dalam keberhasilan menerbangkan layangan.


Hasil — Apa Makna dan Dampaknya?

Ketika layangan janggan raksasa itu berhasil mengudara, hasilnya lebih dari sekedar tontonan.

1. Daya Tarik Spektakuler
Ukuran 9,6 meter dengan bentuk naga menciptakan siluet megah di langit. Penonton merasakan sensasi bangga dan kagum.

2. Pelestarian Tradisi
Momen ini menjadi bukti bahwa tradisi layangan Bali tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

3. Identitas dan Kebanggaan Banjar Pelasa
Bagi masyarakat Banjar Pelasa, kegiatan ini adalah simbol kebersamaan, identitas, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

4. Penguatan Komunitas
Kerja sama dalam layangan memperkuat solidaritas antaranggota banjar dan mempererat hubungan sosial

By moza

Leave a Reply