Tari Barong Rwa Bhineda Bali merupakan representasi kuat dari filosofi keseimbangan hidup masyarakat Hindu Bali. Tarian ini diperkirakan telah ada sejak masa Pra-Hindu dan kemudian mengalami akulturasi budaya saat ajaran Hindu berkembang di Bali. Hingga kini, Tari Barong menjadi salah satu ikon budaya yang sarat makna spiritual dan historis.

Dalam pertunjukan Tari Barong, Barong digambarkan sebagai makhluk mitologis berbentuk hewan berkekuatan gaib yang melambangkan Dharma atau kebaikan. Ia dipercaya sebagai roh pelindung yang menjaga keseimbangan dan keselamatan masyarakat. Musuh abadinya adalah Rangda, sosok penyihir menyeramkan yang mewakili Adharma atau kekuatan jahat.

Apa Itu Konsep Rwa Bhineda?

Konsep Rwa Bhineda adalah ajaran tentang dua hal yang berlawanan namun saling melengkapi. Dalam pandangan Hindu Bali, kebaikan dan kejahatan tidak dapat dipisahkan. Keduanya harus berdampingan untuk menciptakan keseimbangan alam semesta. Filosofi ini menjadi landasan utama dalam alur dramatari Barong.

Pertunjukan sering mengangkat kisah Calon Arang, yang menceritakan konflik antara Rangda dan Barong. Dalam cerita tersebut, Rangda menyebarkan wabah penyakit dan kekacauan. Namun, pertarungannya melawan Barong tidak pernah menghasilkan kemenangan mutlak. Tokoh seperti Sahadewa bahkan dianugerahi keabadian oleh Dewa Siwa, sehingga menunjukkan bahwa kekuatan suci selalu hadir untuk menjaga keseimbangan.

Ritual Sakral dan Tradisi Ngelawang

Walaupun kini kerap dipentaskan sebagai hiburan wisata, pada dasarnya Tari Barong adalah ritual sakral. Dahulu, tarian ini berfungsi untuk menolak bala, mengusir roh jahat, serta memohon keselamatan desa melalui tradisi ngelawang. Dalam prosesi tersebut, Barong diarak keliling desa sebagai simbol perlindungan spiritual.

Salah satu adegan paling dramatis adalah saat para pengikut Barong mengalami trance atau kesurupan dan melakukan ritual ngurek, yaitu menusukkan keris ke tubuh sendiri. Namun, berkat kekuatan suci Barong, mereka tidak terluka. Adegan ini menegaskan bahwa keseimbangan antara energi positif dan negatif harus selalu dijaga.

Jenis Barong yang paling populer adalah Barong Ket, yang sering dipentaskan dengan iringan gamelan Bali. Kehadiran Barong bukan sekadar simbol seni, melainkan manifestasi keyakinan masyarakat terhadap harmoni kosmis. Melalui Tari Barong Rwa Bhineda Bali, nilai keseimbangan, spiritualitas, dan warisan budaya terus diwariskan dari generasi ke generasi.

By arik

Leave a Reply