Bagaimana suasana terkini dari penilaian ogoh-ogoh zona 2 Kabupaten Badung yang berlangsung di Banjar Ambengan hari ini? Kehadiran tim juri dalam penilaian ogoh-ogoh zona 2 di ST. Sancita Dharma menjadi momen yang sangat mendebarkan. Artikel ini akan menjawab detail proses penjurian serta keunikan karya seni yang ditampilkan secara langsung. Selain itu, Anda akan melihat bagaimana semangat pemuda Banjar Ambengan dalam mempertahankan tradisi leluhur.

Kapan Jadwal Penilaian Zona 2 Dilakukan?

Pertama, proses penilaian resmi ini dilaksanakan tepat pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Tim juri dari Kabupaten Badung tiba di lokasi sesuai jadwal untuk meninjau fisik karya. Kemudian, para anggota ST. Sancita Dharma sudah bersiap sejak pagi hari di balai banjar. Oleh karena itu, suasana di sekitar Banjar Ambengan nampak sangat rapi serta penuh antusiasme. Akibatnya, banyak warga sekitar ikut berkumpul untuk menyaksikan momen penjurian yang sangat bergengsi ini.

Dimana Lokasi Penilaian ST. Sancita Dharma?

Selanjutnya, titik fokus kegiatan ini berada di area utama Banjar Ambengan yang telah ditata sedemikian rupa. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki ruang yang cukup luas untuk manuver ogoh-ogoh raksasa. Setelah itu, tim juri mulai memeriksa setiap sudut konstruksi untuk memastikan keamanan serta keseimbangan. Meskipun persaingan di Zona 2 sangat ketat, karya ST. Sancita Dharma terlihat sangat menonjol. Oleh sebab itu, posisi banjar ini menjadi salah satu kandidat kuat dalam kompetisi tahun ini.

Apa Saja Kriteria Penilaian Tim Juri?

Selain aspek visual, tim juri sangat memperhatikan penggunaan bahan yang sepenuhnya ramah lingkungan. Setiap elemen pada ogoh-ogoh ini wajib menggunakan material alami seperti bambu, kayu, dan kertas. Oleh karena itu, kreativitas ST. Sancita Dharma dalam mengolah bahan tradisional menjadi nilai tambah yang signifikan. Sementara itu, sinopsis cerita dan ekspresi karakter juga menjadi poin penilaian yang sangat krusial. Maka dari itu, hasil akhirnya harus mampu menyampaikan pesan moral kepada seluruh penonton.

Bagaimana Harapan Pemuda Banjar Ambengan?

Pada akhirnya, seluruh proses penjurian ini adalah bentuk apresiasi terhadap kreativitas tanpa batas pemuda Bali. Kegiatan di Zona 2 Badung ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antar sekaa teruna. Selain sebagai ajang lomba, momen ini adalah bentuk persembahan tulus menjelang hari suci Nyepi. Oleh sebab itu, masyarakat sangat berharap ST. Sancita Dharma bisa meraih hasil terbaik. Akhirnya, kebanggaan akan seni budaya akan terus mengalir di dalam jiwa generasi muda Banjar Ambengan.

Leave a Reply