Desain yang terlihat “rame” sering kali bukan karena terlalu banyak elemen — tapi karena font dan warna dalam design tidak konsisten.

Sebaliknya, desain yang terasa membosankan juga bisa jadi karena pilihan warna terlalu flat dan tipografi kurang tegas.

Lalu, bagaimana cara memilih kombinasi font dan warna yang aman untuk konten?

Artikel ini akan membahas:

  • Cara memilih font yang aman dan profesional
  • Struktur warna yang rapi dan harmonis
  • Contoh kombinasi warna yang bisa langsung kamu pakai
  • Kesalahan umum yang bikin desain terlihat berantakan

Kenapa Font dan Warna Sangat Penting dalam Desain Konten?

Dalam desain visual, dua elemen paling menentukan adalah:

  1. Tipografi (font)
  2. Warna

Keduanya memengaruhi:

  • Keterbacaan
  • Profesionalitas
  • Branding
  • Kenyamanan visual

Konten yang bagus bisa terlihat kurang meyakinkan hanya karena pemilihan font dan warna yang tidak tepat.


Cara Memilih Font yang Aman untuk Konten

1. Gunakan Maksimal 2–3 Jenis Font

Terlalu banyak font membuat desain terlihat tidak konsisten dan membingungkan.

Struktur yang aman:

  • 1 font untuk heading (bold & tegas)
  • 1 font untuk body text (tipis, clean, mudah dibaca)
  • Opsional: 1 font aksen untuk highlight

Lebih dari itu? Biasanya mulai terlihat berantakan.


2. Heading Harus Tegas dan Mudah Terlihat

Gunakan font dengan:

  • Weight bold atau semi-bold
  • Karakter tegas
  • Jarak huruf yang nyaman

Heading berfungsi sebagai penarik perhatian pertama. Jika tidak kuat, desain terasa “flat”.


3. Hindari Font Dekoratif untuk Teks Panjang

Font script atau dekoratif memang menarik untuk judul pendek.
Tapi untuk paragraf panjang, keterbacaan jauh lebih penting.

Prinsipnya sederhana:
Estetika boleh, tapi jangan mengorbankan kenyamanan membaca.


Cara Memilih Warna yang Aman dan Terstruktur

Salah satu kesalahan terbesar dalam desain adalah menggunakan terlalu banyak warna tanpa struktur.

Gunakan formula ini:

1 Warna Utama

Warna dominan yang mewakili brand atau tema konten.

1 Warna Aksen

Digunakan untuk highlight, tombol, atau elemen penting.

1–2 Warna Netral

Seperti putih, abu, atau hitam untuk menjaga keseimbangan.


Pentingnya Kontras dalam Desain

Pastikan teks memiliki kontras cukup terhadap background.

Contoh yang salah:
Teks abu muda di atas background putih.

Contoh yang benar:
Teks gelap di atas background terang, atau sebaliknya.

Kontras yang baik meningkatkan:

  • Keterbacaan
  • Profesionalitas
  • Kenyamanan mata

Kombinasi Warna Aman yang Bisa Dicoba

Berikut beberapa kombinasi harmonis dan modern:

1. Ungu + Kuning Pastel + Putih

Terlihat fresh, kreatif, dan cocok untuk konten lifestyle atau edukasi ringan.

2. Biru Tua + Oranye Soft + Abu

Kesan profesional, terpercaya, dan tetap modern.

3. Hijau Sage + Hitam + Beige

Minimalis, estetik, dan cocok untuk branding clean atau aesthetic feed.

Kuncinya bukan sekadar warna bagus — tapi konsisten digunakan di semua konten.


Kenapa Desain Bisa Terlihat “Rame” atau Membosankan?

Berikut beberapa penyebab umum:

Desain Terlihat Rame Karena:

  • Terlalu banyak warna
  • Terlalu banyak font
  • Tidak ada hierarchy visual
  • Semua elemen terlihat sama penting

Desain Terlihat Membosankan Karena:

  • Tidak ada kontras
  • Warna terlalu flat
  • Heading tidak menonjol
  • Tidak ada focal point

Tips Supaya Desain Lebih Profesional

✔ Gunakan grid atau alignment rapi
✔ Pastikan ada ruang kosong (white space)
✔ Jangan semua teks dibuat bold
✔ Konsisten di setiap postingan
✔ Simpan preset warna & font untuk branding

By theo

Leave a Reply