Kenapa Bule Suka Berjemur di Bali? Ini Alasannya

Pertanyaan tentang kenapa bule suka berjemur sering muncul ketika melihat wisatawan asing berbaring santai di pantai-pantai tropis seperti di Bali. Fenomena ini sebenarnya berkaitan erat dengan budaya, iklim negara asal, hingga persepsi kecantikan di berbagai belahan dunia.

Apa Itu Suntan dan Mengapa Terjadi?

Suntan adalah perubahan warna kulit menjadi lebih gelap akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Saat kulit terpapar matahari, tubuh secara alami memproduksi lebih banyak melanin sebagai mekanisme perlindungan. Melanin inilah yang membuat warna kulit tampak lebih cokelat atau kecokelatan.

Di negara-negara Barat, kulit yang terlihat “sun-kissed” sering diasosiasikan dengan gaya hidup aktif, sehat, dan identik dengan liburan menyenangkan. Inilah salah satu alasan utama kenapa bule suka berjemur saat berada di destinasi tropis.

1. Perbedaan Standar Kecantikan

Di banyak negara Eropa dan Amerika, kulit sedikit gelap hasil berjemur dianggap menarik dan eksotis. Berbeda dengan sebagian masyarakat Asia yang justru menganggap kulit putih sebagai standar kecantikan. Perbedaan perspektif ini membuat aktivitas berjemur menjadi hal yang wajar dan bahkan diinginkan oleh wisatawan asing.

2. Faktor Iklim Negara Asal

Sebagian wisatawan datang dari negara dengan musim dingin panjang dan paparan sinar matahari yang minim. Ketika mereka berlibur ke daerah tropis seperti Bali, cuaca cerah menjadi sesuatu yang sangat dinikmati. Berjemur menjadi cara untuk “mengganti” kekurangan sinar matahari yang jarang mereka dapatkan di negara asal.

3. Manfaat Relaksasi dan Vitamin D

Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem imun. Selain itu, suasana pantai dengan suara ombak dan angin laut juga memberikan efek relaksasi yang kuat. Aktivitas berjemur sering kali menjadi bagian dari self-care dan pelepas stres saat liburan.

4. Gaya Hidup Liburan Tropis

Bagi banyak turis, berjemur bukan sekadar menggelapkan kulit, tetapi bagian dari pengalaman liburan tropis. Duduk santai di kursi pantai, membaca buku, atau menikmati minuman dingin di bawah matahari menjadi simbol kebebasan dan waktu santai.

Namun, di balik tren ini tetap ada risiko kesehatan. Paparan sinar UV berlebihan dapat menyebabkan sunburn, penuaan dini, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Itulah sebabnya wisatawan asing umumnya menggunakan sunscreen, kacamata hitam, dan topi untuk melindungi diri saat berjemur.

Memahami kenapa bule suka berjemur membantu kita melihat bahwa kebiasaan ini bukan sekadar tren, melainkan kombinasi budaya, iklim, dan gaya hidup yang berbeda dari masyarakat lokal.

By arik

Leave a Reply