Apa Itu Pura Besakih?
Pura Besakih merupakan kompleks pura terbesar dan paling suci bagi umat Hindu di Bali. Terletak di lereng Gunung Agung, pura ini sering disebut sebagai “Ibu dari Segala Pura” karena menjadi pusat spiritual dan arah orientasi keagamaan masyarakat Bali.
Kompleks Pura Besakih terdiri dari lebih dari 80 pura, dengan Pura Penataran Agung sebagai pusat utamanya. Dalam struktur kosmologi Hindu Bali, lokasi pura yang berada di kaki Gunung Agung melambangkan kedekatan dengan alam suci dan para dewa.
Mengapa Disebut Ibu dari Segala Pura?
Dalam sejarah Pura Besakih Bali, pura ini dianggap sebagai pusat dari sistem kahyangan jagat (pura umum) di seluruh Bali. Setiap pura di Bali memiliki keterkaitan spiritual dengan Besakih. Upacara besar seperti Eka Dasa Rudra dilaksanakan di sini sebagai ritual penyucian alam semesta.
Sebagai pura tertua, keberadaannya diperkirakan sudah ada sejak abad ke-8 Masehi. Nilai sakralnya semakin kuat karena berkaitan erat dengan perjalanan spiritual seorang tokoh penting dalam sejarah Hindu Bali, yaitu Rsi Markandeya.
Perjalanan Rsi Markandeya ke Bali
Menurut lontar dan tradisi lisan Bali, Rsi Markandeya berasal dari Jawa (diperkirakan dari Gunung Raung). Ia melakukan perjalanan spiritual ke Bali pada abad ke-8 untuk menyebarkan ajaran Hindu.
Perjalanan pertamanya tidak berjalan lancar. Banyak pengikutnya meninggal karena wabah dan gangguan alam. Dalam meditasi di lereng Gunung Agung, ia menerima wahyu agar menanam panca datu (lima jenis logam suci: emas, perak, tembaga, besi, dan perunggu) sebagai simbol keseimbangan unsur alam.
Ritual penanaman panca datu inilah yang diyakini menjadi cikal bakal berdirinya Pura Besakih. Setelah ritual tersebut, kehidupan menjadi harmonis dan ajaran Hindu berkembang pesat di Bali.
Fakta Penting Sejarah Pura Besakih Bali
- Dipercaya telah ada sejak sebelum pengaruh Majapahit masuk ke Bali.
- Menjadi pusat upacara besar umat Hindu Bali.
- Selamat dari letusan dahsyat Gunung Agung tahun 1963 yang semakin menguatkan nilai sakralnya.
- Memiliki struktur teras berundak yang mencerminkan konsep kosmologi Hindu.
Sejarah Pura Besakih Bali tidak dapat dipisahkan dari perjalanan spiritual Rsi Markandeya. Kisah ini menjadi fondasi perkembangan agama Hindu di Bali sekaligus memperkuat posisi Besakih sebagai pusat spiritual utama Pulau Dewata.