Nyanggra Rahina Buda Cemeng Klawu, 19 Agustus 2025
Jawaban — Apa Makna Jagatulakan dan Melasti di Ulakan?
Jagatulakan dalam konteks upacara Melasti di Ulakan, Karangasem, mewakili keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Upacara ini dilaksanakan oleh Dadia Kober di pesisir Ulakan sebagai rangkaian menyambut Rahina Buda Cemeng Klawu, hari suci dalam kalender Bali yang sarat makna spiritual.
Melasti adalah ritual penyucian diri dan simbol alam semesta dengan membawa pratima atau simbol suci menuju laut sebagai sumber tirta amerta (udara kehidupan). Laut dipandang sebagai tempat pembersihan segala mala atau kekotoran sekala dan niskala.
Bukti — Mengapa Ritual Ini Penting?
1. Penyucian Sekala dan Niskala
Melasti bukan sekedar upacara tradisi. Secara filosofis, upacara ini membersihkan aspek lahir dan batin. Air laut menjadi media simbolis untuk mengembalikan keseimbangan spiritual sebelum hari suci.
2. Penguatan Identitas Komunitas Dadia
Eksekusi oleh Dadia Kober menunjukkan peran kuat struktur kekerabatan dalam menjaga tradisi. Keterlibatan bersama dari generasi tua hingga muda memperkuat kesinambungan adat.
3. Momentum Rahina Buda Cemeng Klawu
Hari Buda Cemeng Klawu berkaitan dengan pemujaan terhadap kekuatan penyucian dan perlindungan. Melasti yang dilakukan pada momentum ini memperdalam nilai sakralnya.
4. Ruang Kebersamaan Sosial dan
Proses Religius menuju pantai, busana adat putih kuning, iringan gambelan, serta doa bersama membentuk pengalaman kolektif yang menyatukan dalam masyarakat satu tujuan spiritual.
Hasil — Dampak Spiritual dan Sosial
1. Keseimbangan Spiritual Individu
Peserta merasakan ketenangan batin dan kesiapan spiritual setelah mengikuti prosesi.
2. Pelestarian Budaya Bali
Upacara seperti ini menjaga warisan leluhur tetap hidup dalam praktik nyata, bukan hanya cerita.
3. Penguatan Solidaritas Desa
Kegiatan kolektif mempererat hubungan sosial antar anggota komunitas.
4. Pengingat Nilai Jagatulakan
Jagatulakan mengandung makna menjaga keseimbangan jagat (alam semesta). Ritual ini menjadi pengingat bahwa manusia bukanlah pusat segalanya, melainkan bagian dari sistem yang lebih besar.
