Apa yang membuat sepiring nasi terasa lebih dari sekadar makanan? Jawabannya ada pada Nasi Kulit Ayam Tempo Dulu Kopi. Menu ini bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga menghadirkan rasa akrab yang mengingatkan pada momen makan enak tanpa banyak aturan.
Disajikan dengan nasi hangat, kulit ayam goreng yang garing keemasan, telur ceplok setengah matang, sambal, dan lalapan segar, menu ini terasa lengkap tanpa harus berlebihan. Setiap komponennya sederhana, tapi ketika dipadukan, rasanya “kena” dari suapan pertama sampai terakhir.
Apa yang Spesial dari Nasi Kulit Ayam Tempo Dulu Kopi?
Daya tarik utama dari Nasi Kulit Ayam Tempo Dulu Kopi ada pada teksturnya. Kulit ayam digoreng hingga renyah dengan tingkat kematangan pas—gurihnya melekat lama, tidak cepat hilang. Telur ceplok setengah matang menambah sensasi lembut, sementara sambal dan lalapan memberi keseimbangan rasa segar dan pedas.
Menu ini bukan soal plating yang rumit. Justru kesederhanaannya membuat rasa terasa jujur, seperti masakan rumahan yang dimasak dengan niat.
Lebih Nikmat Dinikmati di Suasana yang Tepat
Menikmati makanan juga soal tempat. Di Tempo Dulu Kopi, suasana yang adem dengan nuansa tempo dulu menciptakan pengalaman makan yang lebih hidup. Tidak terburu-buru, tidak bising—hanya ruang yang nyaman untuk menikmati hidangan sambil berbincang ringan.
Banyak pengunjung datang bukan sekadar untuk mengisi perut, tapi juga untuk menghabiskan waktu. Tempat ini sering jadi titik kumpul, ruang berbagi cerita, atau sekadar tempat berhenti sejenak dari rutinitas harian.
Cocok untuk Momen Apa?
Menu ini cocok untuk:
- Makan santai siang atau sore hari
- Nongkrong tanpa agenda yang kaku
- Kumpul bersama teman atau keluarga
- Menikmati waktu sendiri dengan makanan yang “ngena”
Karena di sini, makanan bukan sekadar cepat saji, tapi bagian dari pengalaman.
Lokasi dan Jam Buka
Tempo Dulu Kopi
Jl. Noja No.23, Kesiman Petilan
08:00 – 23:30 | Setiap Hari
Penutup
Nasi Kulit Ayam Tempo Dulu Kopi membuktikan bahwa menu sederhana bisa punya cerita. Ketika rasa, suasana, dan waktu bertemu di satu tempat, yang tercipta bukan cuma pengalaman makan—tapi kenangan yang ingin diulang.