Kita sering terjebak pada pertanyaan, “Jam berapa waktu posting yang paling bagus?”
Seolah algoritma memiliki aturan waktu sakti yang harus selalu dipatuhi. Padahal kenyataannya, algoritma tidak bekerja sesederhana itu.
Algoritma pada dasarnya hanyalah cermin dari perilaku manusia. Dan manusia tidak menjalani hidup dengan ritme yang sama.
Ada yang membuka media sosial sambil menunggu kopi selesai.
Ada yang scrolling sebentar di sela pekerjaan.
Ada juga yang baru punya ruang untuk benar-benar membaca di tengah malam.
Karena itu, jam terbaik bukan soal kapan paling ramai, melainkan kapan audiens siap menerima pesan.
Apa yang Dimaksud Jam Posting Terbaik?
Jam posting terbaik adalah waktu di mana audiensmu paling siap untuk melihat, membaca, dan merespons konten, bukan sekadar waktu dengan jumlah pengguna terbanyak.
Kenapa Jam Posting Tidak Bisa Disamaratakan?
1. Audiens Memiliki Ritme Berbeda
Setiap komunitas punya kebiasaan konsumsi konten yang unik.
2. Algoritma Merespons Interaksi, Bukan Jam
Konten yang mendapatkan respons akan terus didistribusikan, meski tidak diposting di jam “ramai”.
3. Konten Bukan Sekadar Dilihat
Konten yang baik tidak hanya muncul di feed, tetapi juga terasa relevan bagi yang membacanya.
Cara Menemukan Waktu Emas Posting Konten
Menemukan waktu terbaik bukan soal menebak atau mengikuti template umum, tetapi mengamati audiens sendiri.
Mulai dari hal sederhana:
- Perhatikan postingan yang paling berdampak, lalu lihat jam upload-nya
- Amati story yang paling banyak mendapat balasan
- Catat jam munculnya komentar dan interaksi
Dari pola tersebut, kamu akan menemukan ritme audiensmu sendiri.