Kalau kamu pikir membuat Ogoh-ogoh cuma soal menempel kertas, kamu salah besar. Di Banjar Abiantimbul, Denpasar Barat, ST. Yosa sedang melakukan lebih dari itu. Mereka sedang “menghidupkan” karakter dari ketiadaan.

Tahun Caka 1948 menjadi saksi bagaimana dedikasi anak muda Abiantimbul tidak pernah main-main. Tanpa embel-embel “proses kreatif” yang membosankan, mari kita lihat bagaimana keajaiban ini benar-benar terjadi di balai banjar.

Mengapa Semua Mata Tertuju ke Banjar Abiantimbul?

Setiap menjelang Nyepi, Banjar Abiantimbul selalu punya magnet tersendiri. Bukan karena ukurannya yang paling besar, tapi karena jiwa yang ada di setiap lekukannya. Untuk Caka 1948, ST. Yosa membawa standar baru dalam:

  • Anatomi yang Presisi: Tidak ada proporsi yang “ngasal”. Setiap sendi dan otot dihitung dengan estetika tinggi.
  • Eksperimen Material: Berani keluar dari zona nyaman dengan memadukan bahan alami namun tetap terlihat gahar.
  • Detail Ornamen: Setiap ukiran dan aksesoris dibuat dengan ketelitian yang membuat bulu kuduk merinding.

Di Balik Layar: Bagaimana ST. Yosa Mengeksekusi Mahakarya Caka 1948

Alih-alih menyebutnya sekadar pembuatan, para pemuda di sini menyebutnya sebagai ritual kolaborasi.

  1. Bedah Karakter: Sebelum menyentuh bambu, mereka membedah narasi. Apa pesan yang ingin disampaikan? Apa emosi yang harus muncul dari wajah sang Ogoh-ogoh?
  2. Rangka “Nyawa” (Konstruksi): Menggunakan teknik ulat-ulatan tradisional yang dipadukan dengan perhitungan modern agar struktur tetap stabil saat diguncang di jalanan.
  3. Sentuhan Akhir yang Magis: Proses pewarnaan di Banjar Abiantimbul selalu punya ciri khas—gelap, dramatis, dan sangat berkarakter.

“Kami tidak hanya membuat objek untuk diarak, kami sedang bercerita melalui bambu dan kertas.” — Semangat ST. Yosa.

Kekuatan Komunitas di Denpasar Barat

Apa yang membuat Ogoh-ogoh Banjar Abiantimbul Caka 1948 berbeda? Jawabannya adalah regenerasi. Di sini, yang senior membimbing, yang muda mengeksekusi. Tidak ada sekat, yang ada hanyalah satu tujuan: Membanggakan banjar di malam Pengerupukan.

Leave a Reply