Pura Luhur Uluwatu Bali adalah pura suci yang berdiri megah di atas tebing karang di bagian selatan Pulau Bali. Pura ini terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dan langsung menghadap Samudra Hindia. Oleh karena itu, kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi spiritual sekaligus wisata budaya yang paling terkenal di Bali.

Selain memiliki posisi geografis yang unik, kawasan pura ini menjadi tempat penting bagi umat Hindu. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menikmati panorama alam yang menenangkan.

Sejarah Pura Uluwatu sebagai Pura Sad Kahyangan

Secara historis, Pura Uluwatu termasuk dalam enam pura sad kahyangan yang berfungsi menjaga keseimbangan spiritual Pulau Bali. Pura ini dipercaya telah berdiri sejak abad ke-11 dan dikembangkan oleh Mpu Kuturan. Kemudian, Dang Hyang Nirartha turut menyempurnakan keberadaan pura ini sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Selain itu, pura ini digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Rudra sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, berbagai upacara keagamaan rutin dilaksanakan oleh masyarakat setempat.

Daya Tarik Alam di Kawasan Uluwatu

Kawasan Uluwatu terkenal dengan keindahan alam yang memukau. Tebing karang yang tinggi berpadu dengan lautan biru menciptakan pemandangan yang dramatis. Meskipun ombak di bawah tebing tergolong besar, suasana di sekitar pura tetap terasa tenang dan sakral.

Tebing Karang dan Panorama Samudra Hindia

Dari area pura, pengunjung dapat menikmati pemandangan Samudra Hindia yang luas. Kemudian, saat matahari mulai terbenam, cahaya senja menciptakan suasana yang sangat mempesona. Oleh karena itu, banyak wisatawan datang pada sore hari untuk menikmati keindahan alam sekaligus suasana spiritual.

Tari Kecak di Area Pura Uluwatu

Selain panorama alam, kawasan ini juga dikenal dengan pertunjukan Tari Kecak Uluwatu. Pertunjukan biasanya berlangsung menjelang matahari terbenam di panggung terbuka dengan latar belakang laut.

Puluhan penari pria membawakan kisah Ramayana tanpa iringan alat musik tradisional. Dengan demikian, suara vokal para penari menjadi elemen utama pertunjukan dan memberikan pengalaman budaya yang unik bagi pengunjung.

Aturan Berkunjung ke Pura Suci di Uluwatu

Sebagai tempat suci, pengunjung diwajibkan mengikuti aturan adat yang berlaku. Setiap pengunjung harus mengenakan kain dan selendang sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, wisatawan diharapkan menjaga sikap dan kesopanan selama berada di kawasan pura.

Di sisi lain, kawasan ini juga dihuni oleh banyak kera yang dipercaya sebagai penjaga pura. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk mengamankan barang bawaan agar tetap aman selama berwisata.

By arik

Leave a Reply