Persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 mulai terasa hangat di berbagai sudut Bali. Salah satu yang paling dinantikan adalah proses pembuatan Ogoh-ogoh Br. Abiantimbul 2026. Sejak awal tahun, para pemuda yang tergabung dalam Sekaa Teruna-Teruni (STT) sudah mulai berkumpul untuk menuangkan ide-ide liar mereka ke dalam wujud seni raksasa.

Dedikasi dan Detail Artistik

Tahun ini, Br. Abiantimbul kembali menunjukkan taringnya dalam dunia seni rupa khas Bali. Proses diawali dengan pembuatan sketsa konsep yang mendalam, biasanya mengangkat tema mitologi atau isu sosial terkini. Penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti bambu, kertas bekas, dan rotan menjadi prioritas utama untuk menjaga tradisi tetap selaras dengan alam.

Tahapan Pembuatan yang Rumit

Tidak sekadar membuat boneka besar, ada filosofi di setiap sentuhannya:

  1. Konstruksi Rangka: Memastikan keseimbangan dan anatomi yang presisi.
  2. Ulat-ulatan: Teknik anyaman bambu yang membutuhkan kesabaran ekstra.
  3. Detail Wajah & Ornamen: Bagian paling krusial untuk memberikan “jiwa” pada Ogoh-ogoh.

Semangat Gotong Royong Pemuda

Momen pembuatan Ogoh-ogoh Br. Abiantimbul 2026 bukan sekadar soal kompetisi atau pameran seni, melainkan wadah pemersatu pemuda banjar. Di bawah lampu temaram balai banjar, mereka berbagi tugas demi hasil yang maksimal untuk malam Pengerupukan nanti.

Bagi kamu yang penasaran dengan hasil akhirnya, pastikan untuk memantau terus perkembangannya secara langsung atau melalui media sosial resmi banjar!

Leave a Reply