Tahap pembentukan struktur dan pose merupakan fase krusial dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Dari visual yang terlihat, ogoh-ogoh masih berada pada tahap dasar dengan balutan kertas dan lem, menandakan fokus utama pengerjaan berada pada anatomi tubuh, keseimbangan, serta komposisi gerak antar figur.
Pada fase ini, pengrajin mulai menentukan karakter utama ogoh-ogoh melalui posisi tubuh, arah gerakan tangan, dan interaksi antar tokoh. Pose melayang, menendang, atau menyerang bukan sekadar estetika, tetapi dirancang untuk menciptakan kesan dinamis saat ogoh-ogoh diarak pada malam pengerupukan. Oleh karena itu, struktur rangka harus benar-benar kuat agar mampu menopang bentuk ekstrem tanpa mengurangi keamanan.
Proses pengerjaan biasanya dilakukan secara gotong royong di balai adat atau wantilan. Setiap anggota banjar memiliki peran masing-masing, mulai dari pembentukan badan, penguatan sambungan, hingga perapihan permukaan. Tahap ini juga menjadi penentu sebelum ogoh-ogoh masuk ke proses detail seperti wajah, tekstur kulit, ornamen, dan pewarnaan.
Melalui tahapan ini, ogoh-ogoh tidak hanya berfungsi sebagai karya seni visual, tetapi juga menjadi simbol ekspresi kreativitas, kekompakan, dan identitas banjar. Setiap lekukan dan pose yang dibentuk mencerminkan nilai artistik serta filosofi yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.