Mengapa banyak orang memilih melukat saat Hari Purnama?
Hari Purnama dipercaya sebagai waktu yang baik untuk membersihkan diri secara lahir dan batin. Pada momen ini, banyak umat Hindu Bali menyempatkan diri melakukan melukat, termasuk melukat di pantai, sebagai bentuk penyucian spiritual dan penguatan energi positif.
Apa itu melukat?
Melukat adalah ritual pembersihan spiritual yang berasal dari tradisi Hindu Bali. Ritual ini bertujuan untuk membersihkan energi negatif yang melekat dalam diri manusia, baik yang berasal dari pikiran, perasaan, pengalaman hidup, maupun pengaruh dari lingkungan sekitar.
Melalui prosesi melukat, seseorang diharapkan dapat kembali pada keadaan diri yang lebih bersih, seimbang, dan selaras antara tubuh, pikiran, serta jiwa.
Makna melukat di Hari Purnama
Hari Purnama melambangkan kesempurnaan dan penerangan. Melukat pada hari ini diyakini membantu memperkuat proses pembersihan diri, karena energi alam berada dalam kondisi penuh dan seimbang. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk melepaskan beban batin, keresahan, dan energi negatif yang terakumulasi.
Manfaat melukat bagi diri
Manfaat utama dari melukat antara lain:
- Memberikan ketenangan batin
- Meningkatkan kejernihan pikiran
- Membantu proses penyembuhan spiritual
- Mengembalikan rasa damai dan keseimbangan hidup
Ritual ini juga menjadi ruang refleksi diri, di mana seseorang diajak untuk lebih sadar akan kondisi batin dan hubungan dengan alam semesta.
Melukat di pantai dan sumber air suci
Pelaksanaan melukat umumnya dilakukan di sumber mata air suci yang dipercaya memiliki kekuatan pembersihan spiritual. Selain itu, pantai juga menjadi salah satu tempat melukat yang penting, karena laut dipandang sebagai simbol pelebur dan pemurni energi.
Melukat di pantai menghadirkan suasana alam yang luas dan menenangkan, membantu proses pelepasan energi negatif sekaligus menghadirkan rasa syukur dan kedekatan dengan alam.
