Caka 1948 menjadi momentum penting bagi masyarakat Bali dalam menyambut Hari Raya Nyepi. Salah satu rangkaian yang paling dinanti adalah proses persiapan ogoh-ogoh. ST Binnayaka Dharma membagian video proses Caka 1948.
Apa Itu Tahun Caka 1948?
Tahun Caka adalah sistem penanggalan tradisional Hindu yang digunakan dalam menentukan hari-hari suci di Bali, termasuk Nyepi.
Tahun Caka 1948 menandai pergantian tahun baru Saka yang diawali dengan ritual penyucian alam dan diri manusia.
Makna Ogoh-Ogoh dalam Tradisi Nyepi
Ogoh-ogoh merupakan simbol Bhuta Kala, kekuatan negatif alam dan manusia yang harus dinetralisir sebelum memasuki Tahun Baru Caka.
Secara filosofis, ogoh-ogoh melambangkan:
- Amarah
- Keserakahan
- Ahamkara (ego manusia)
- Kekacauan batin dan alam
Dengan diarak dan dilebur, ogoh-ogoh menjadi media ruwatan atau pembersihan diri dan lingkungan.
Tahapan Proses Persiapan Ogoh-Ogoh Caka 1948
1. Paruman dan Penentuan Konsep
Proses diawali dengan paruman STT (Sekaa Teruna Teruni) untuk:
- Menentukan tema ogoh-ogoh
- Mengkaji nilai filosofi dan pesan moral
- Menyepakati konsep visual dan struktur
Tema biasanya terinspirasi dari:
- Lontar-lontar suci
- Kisah Bhuta Kala
- Fenomena sosial dan moral masyarakat
2. Pengumpulan Dana dan Material
Setelah konsep disepakati, dilakukan:
- Penggalangan dana internal
- Dukungan dari krama banjar
- Persiapan bahan seperti bambu, styrofoam, kertas, lem, dan cat
Tahap ini mencerminkan nilai gotong royong yang kuat dalam budaya Bali.
3. Proses Pengerjaan Ogoh-Ogoh
Pengerjaan dilakukan secara bertahap:
- Pembuatan rangka bambu
- Pembentukan tubuh ogoh-ogoh
- Detailing wajah dan ekspresi
- Pengecatan dan penyempurnaan
Setiap detail ogoh-ogoh dibuat dengan penuh kesadaran bahwa karya ini bersifat sakral sekaligus sementara.
4. Upacara Ngeruak dan Nuasen
Sebelum ogoh-ogoh diarak, dilakukan ritual:
- Ngeruak: memohon izin kepada alam
- Nuasen: menentukan hari baik pengerjaan dan pengarakan
Ritual ini bertujuan agar proses berjalan lancar dan harmonis.
5. Gladi dan Persiapan Pawai
Menjelang Pengerupukan, dilakukan:
- Latihan mengangkat ogoh-ogoh
- Penyesuaian iringan baleganjur
- Penguatan struktur demi keamanan
Semua ini dilakukan agar pawai berjalan tertib dan khidmat.
Ogoh-Ogoh sebagai Ruang Edukasi dan Ekspresi Generasi Muda
Dalam Caka 1948, ogoh-ogoh menjadi:
- Media ekspresi seni pemuda
- Sarana pendidikan nilai budaya
- Wadah refleksi sosial dan spiritual
Melalui ogoh-ogoh, generasi muda belajar tentang:
- Disiplin
- Kerja sama
- Tanggung jawab terhadap tradisi